International Seminar Livable Space Applying Local Knowledge for Livable Space TITLE: Dwellings Culture on Riparian Community in Musi River, Palembang Budaya Bermukim Masyarakat Riparian Sungai Musi Palembang Bambang Wicaksono 1 , Susilo Kusdiwanggo 2 , Ari Siswanto 3 , Widya Fransiska FA 4 1 First Author, Student of Sriwijaya University, IGM University of Palembang, Indonesia, bambangwi@live.com 2 Second Author, Co-Promotor, Lecturer of Brawijaya University, Indonesia, kusdiwanggo@gmail.com 3 Third Author, Promotor, Lecturer of Sriwijaya University, Indonesia, ari_sisw58@yahoo.co.id 4 Fourth Author, Co-Promotor, Lecturer of Sriwijaya University, Indonesia, widyafrans76@yahoo.com ABSTRACT Riparian adalah kawasan yang berada di sepanjang pinggiran sungai dan terpengaruh langsung oleh pasang surut perairan sungai. Keberadaan riparian memiliki fungsi penting sebagai area transisi daratan menuju ke perairan yang semua itu telah mempengaruhi lokasi dan penempatan pemukiman. Terdapat tiga modus permukiman yang telah berabad-abad dijalani oleh masyarakat palembang dalam menyikapi sungai musi. Pertama, permukiman air berupa rumah rakit di atas sungai musi, kemudian kedua permukiman di kawasan pasang surut dengan rumah-rumah panggungnya di atas tiang yang ditancapkan di tepian sungai musi dengan atap limasan yang kemudian disebut rumah limas dan rumah limas gudang, dan ketiga permukiman yang berada di daratan. Rumah rakit kini semakin sedikit jumlahnya dan menghilang dari tepian sungai musi, rumah panggung dan rumah bertiang di bagian bawahnya berubah menjadi hunian karena kondisinya kering dan berubah fungsi mengarah ke pola bermukim darat. Dengan melalui studi literatur dan field research maka dapat ditemukan jejak archetype permukiman. Dengan ’membaca’ elemen arsitekturnya dapat ditemukan ’akar’ kearifan arsitektur lokal dalam menyikapi riparian yang dapat memperkaya khasanah arsitektur nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, studi literatur, dan pengamatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggali prinsip budaya bermukim yang dielaborasi melalui teori-teori yang berkaitan dengan masyarakat riparian. Temuannya sebagai budaya bermukim masyarakat riparian atau justru memunculkan jenis budaya baru atau hanya sub kultur. KATA-KUNCI: budaya, bermukim, masyarakat, riparian. ABSTRACT Riparian areas are located along the edge of the river and directly affected by the tidal waters of the river. The existence of riparian has an important function as a transition area inland heading to waters that it has affected the location and placement of the settlement.