1 AL QUR’AN AND SCIENCE KAJIAN PSIKOLOGIS: AL QUR’AN DAN TERAPI KEJIWAAN Oleh : Adudin Alijaya alijayaadudin@yahoo.co.id Mahasiswa Program Doktor Ilmu Al Qur’an dan Tafsir Pada Institut PTIQ Jakarta Abstrack Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwasannya al Quran sebagai Kitab Suci terakhir ternyata memiliki fungsi yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Salah satu fungsi luar biasa itu adalah bahwa al Quran dapat menjadi media terapi kejiwaan manusia. Terapi ini dilakukan karena manusia memiliki kecenderungan untuk terjebak pada kondisi spiritual yang hampa, berawal dari miss orientasi manusia modern yang berakibat pada gangguan sisi kemanusiaannya mulai gangguan mental, spiritual, moral, bahkan fisik sekalipun. Namun itu semua dapat ditemukan solusinya dengan pendekatan spirit kewahyuan. Dan solusi itu dapat diperoleh manakala manusia sendiri memiliki keyakinan yang kuat dan utuh terhadap al Qur’an sebagai Kalam Allah Yang Maha Suci. Key word: Al Qur’an, Kejiwaan, Terapi Pendahuluan Masih bersarang dalam ingatan masyarakat Tanah Air di tahun 80-an, sebuah group Qasidah Nasida Ria asal kota Semarang menyapa masyarakat Indonesia dengan sebuah tembang rohani yang diciptakan oleh KH. Bukhori Masruri. Lagu itu diberi berjudul “Tahun 2000”. Lirik lagunya mendeskripsikan berbagai situasi dan kondisi masyarakat yang dimanjakan dengan teknologi mutakhir. Saat itu, masyarakat Indonesia tengah dihadapkan pada sigma rasa penasaran tentang fenomena yang mungkin akan dihadapi dunia di tahun 2000 dengan segala pesonanya yang hadir di tahun itu. Bagaimana tidak penasaran. Makan dan minum dilayani oleh mesin, mulai bangun sampai datang waktunya tidur, serba dilayani mesin. Pada saat menjelang masuk ke hitungan tahun 2000, ada banyak kepanikan yang merasuki kesadaran masyarakat. Diantaranya dengan adanya rumor akan kacaunya penanggalan digital pada perangkat satelit, yang (diduga) berimplikasi pada terganggunya sistem informasi yang sejak saat itu sudah jadi kebutuhan krusial dan urgent. Saat itu hampir banyak dipastikan (sekalipun prosentasenya tidak mencapai titik yang spektakular) gaung tahun 2000, sempat jadi issue yang sangat seksi bagi sekelompok khalayak. Dan di sisi lain masih