1 FILSAFAT ILMU: MENGGAGAS TRADISI NALAR SEJATI DI BILIK PESANTREN (Menghadirkan Fungsi Filsafat Ilmu di Tengah Masyarakat Salafi) Oleh : Adudin Alijaya alijayaadudin@yahoo.co.id Mahasiswa Program Doktor Ilmu Al Quran dan Tafsir Institut PTIQ Jakarta Abstrak Tulisan ini memiliki kesimpulan bahwa berfikir filsafat merupakan aktivitas nalar yang tidak bertentangan dengan konsep Islam. Dan salah satu fungsi filsafat adalah membangun dan mengarahkan nalar dan fungsi akal sesuai dengan kadar dan proporsinya. Karena aktivitas berfikir filsafat pada hakikatnya mempergunakan akal secara proporsional untuk memperoleh kebenaran. Masyarakat pesantren sebelumnya memiliki pemahaman yang terkesan mengharamkan filsafat, karena minimnya pemahaman terhadap fungsi filsafat itu sendiri. Padahal, di lingkungan pesantren sendiri perkenalkan ilmu mantiq/ logika. Dan logika itu sendiri merupakan bagian dari ilmu filsafat. Karena mispersepsi itulah, sehingga pesantren-pesantren salaf perlu merubah paradigma dan persepsi yang elegant terhadap filsafat. Kata kunci: Filsafat, Logika, Pesantren. Pendahuluan Kehadiran Islam di Nusantara tidak terlepas dari peran pesantren secara keseluruhan. Karena pesantren merupakan sentra kaderisasi dan pewarisan ilmu kepada generasi muslim berikutnya. Sekalipun hadirnya pesantran tidak serta merta menjadi awal hadirnya islam di Nusantara. Karena ada fakta historis yang berbicara lebih komprehensif tentang datangnya Islam ke negeri ini. Di dalam periodeisasi sejarah peradaban Islam, masa kejayaan Islam ini sering dikenal dengan istilah golden age atau masa keemasan Islam 1 . Di Indonesia sendiri menurut pendapat yang lebih kuat, pengaruh Islam telah masuk sejak abad ke-7 Masehi atau abad pertama Hijriyah, yaitu melalui para pedagang dari semenanjung Arabia. Di mana, selain berdagang mereka juga menjadi penyebar Islam di Nusantara dan melakukan perkawinan dengan wanita setempat (pribumi) 2 . Dapat diduga kiranya, bahwa jika antara pendatang dan pribumi sudah menjalin ikatan yang dibangun dalam lembaga pernikahan, dengan sendirinya akan terbentuk 1 Penggunaan istilah golden age (masa keemasan), lawan dari dark age (masa kegelapan) ini sebagaimana digunakan oleh Marshall G.S. Hodgson dalam bukunya The Venture of Islam (Jilid 3) yang diterbitkan pada 1974 oleh The University of Chicago Press, sebagaimana juga dikutip oleh Nurcholis Madjid dalam bukunya Khazanah Intelektual Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1994) 2 Penjelasan lebih lanjut seputar pendapat-pendapat para ahli terkait sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia dapat dibaca misalnya dalam: Zamzami M, dkk., Islam Ahlussunnah Waljama’ah di Indonesia: Sejarah, Pemikiran, dan Dinamika Nahdlatul Ulama, (Jakarta: Pustaka Ma’arif NU, 2007), hlm. 1-32