Jurnal Manajemen Volume 2. Nomor 1, Januari 2017 ISSN : 2089-6832 55 PENGARUH RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY DAN PRICE TO BOOK VALUE TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2014 Novita Sari 1 , Amelia Febriyani 2 Program Studi Administrasi Niaga Politeknik Anika Email : novitasari_2074@yahoo.com Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial variabel dari faktor keuangan yang terdiri Return on assets, Return on Equity dan Price to Book Value berpengaruh terhadap Harga Saham. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling method dan di peroleh 15 perusahaan sebagai sampel penelitian. Periode pengamatan adalah 5 tahun yaitu tahun 20102014 sehingga unit analisis yang diperoleh adalah 75 laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yang berupa Return on Assets (X 1 ), Return on Equity (X 2 ) dan Price to Book Value (X 3 ) dan Harga Saham (Y) sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu regresi liner berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi diketahui bahwa pengaruh Return on assets, Return on Equity dan Price to Book Value secara simultan mempengaruhi harga saham di BEI sebesar 96,3% sedangkan sisanya 3,7% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Secara parsial, Return on assets dan Price to Book Value berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, sedangkan Return on Equity berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap harga saham. Kata Kunci : Return on assets, Return on Equity, Price to Book Value dan Harga Saham 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam pembangunan perekonomian suatu negara dibutuhkan biaya atau dana tidak sedikit. Dana tersebut dapat diperoleh dari pinjaman maupun modal sendiri, yang dalam penggunaannya dana dapat dialokasikan sebagai suatu investasi, dimana investasi disini dapat diartikan sebagai penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Industri manufaktur memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Saat ini, industri manufaktur menyumbang 23% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap tenaga kerja 12 juta orang. Peranannya sebagai motor penggerak perekonomian negara menciptakan suatu nilai tambah bagi upaya peningkatan ekspor untuk industri manufaktur ini agar menjadi prioritas karena naiknya kinerja sektor industri manufaktur menciptakan penyediaan lapangan kerja formal untuk industri manufaktur diharapkan bisa terus meningkat dengan cepat. Belum sesuai harapan, yang terjadi justru sebaliknya. Beberapa tahun terakhir, laju pertumbuhan industri manufaktur canderung bergerak lamban karena masih lemah. (www.business.co.id ). Kenaikan kinerja ekspor kelompok komoditas bahan mentah pada tahun 2007 hingga sekarang merupakan berita baik untuk negara ini, namun di sisi lain kenaikan kinerja tersebut menimbulkan kekhawatiran. Saat ini ekspor nasional hanya diselamatkan oleh komoditas bahan mentah sedangkan barang-barang industri kurang memberikan kontribusi terhadap kenaikan kinerja tersebut. Sebagian kalangan menyebutkan bahwa ekspor barang industri (barang manufaktur) Indonesia telah kehilangan kemampuannya. Ini disebabkan karena barang manufaktur tersebut sudah kehilangan daya saingnya di pasar internasional, dengan kata lain sektor manufaktur Indonesia secara perlahan sedangkan menuju kematian. (Kompas, Juli 2015).