111 TIPOLOGI PEMIKIRAN KEISLAMAN DI INDONESIA ABAD XXI Baharuddin STAIN Padangsidimpuan, Jl. Imam Bonjol KM. 4,5, Padangsidimpuan, 22733 e-mail: baharuddinhasby@yahoo.co.id Abstract: The Typology of Islamic Thought in the 21 st Century Indo- nesia. This article outlines the root of Islamic thought in Indonesia and offers a typology of its contemporary developments. Basically it follows the common traditional and modern strands; and although the author adds neo-modernism as a third type he leaves neo-traditionalism untouched. Realising the basic problems of the existing trends, he offers a method of reconciling them. Kata Kunci: Islam tradisional, Islam modernis, Islam neo-modernis Pendahuluan Perkembangan Pemikiran keislaman di Indonesia, secara faktual, dapat diakui sangat pesat. Bahkan pada beberapa hal yang spesifik, Islam telah menyatu atau ber- senyawa dengan budaya bangsa Indonesia. Begitu ketatnya hubungan itu, sehingga membuat “kebingungan” pengamat Barat untuk memilah, memilih, dan membedakan, antara budaya asli bangsa Indonesia dengan budaya Islam. Di antara tokoh tersebut adalah Harry J. Benda. Benda dalam mengomentari budaya Indonesia menyatakan bahwa keper- cayaan asli bangsa Indonesia telah dibungkus dengan Islam. 1 Hampir senada dengan itu, pengamat Barat lainnya, menguraikan bahwa Islam Indonesia sebenarnya adalah kepercayaan asli yang isinya adalah animisme dan dinamisme yang dibungkus dengan warna Islam. 2 Pandangan pengamat Barat tersebut, jika ditanggapi secara emosional- 1 Harry J. Benda, “Contiunity and Change in Southeast Asia”, dalam Monograph Series, No. 18, 1972, h. 176. 2 Pandangan pengamat Barat tentang Islam Indonesia seperti yang dijelaskan di atas dapat dilihat pada beberapa tulisan mereka, antara lain: Louis Fischer, The Story of Indonesia (New York: Harper & Brother Publisher, 1959), h. 15; G.J.W. Drewes, “Indonesia: Mistisisme and Aktivisme”, dalam Gustave E. Von Grunebaum (ed.), Islam Kesatuan dan Keraguan, terj. Effendi M. Yahya (Jakarta: Yayasan Perhidmatan, 1983), h. 329.