ASETILASI KAYU KEMIRI (Aleurites moluccana), DURIAN (Durio zibethinus), DAN MANGGIS (Garcinia mangostana) (Wood Acetylation of Aleurites moluccana, Durio zibethinus, and Garcinia mangostana woods) Febrina Heryani Tarigan, Luthfi Hakim, Rudi Hartono Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Jl. Tri Dharma Ujung No. 1 Kampus USU Medan 20155 Email: ebby_tigan@yahoo.com Abstract The problem solve of unstable dimensions wood fruits and susceptible wood from termites attack was an attempt preservation of wood by acetylation. The research purposes were to knew the effect of wood variety and acetic acid concentration to retention value, to evaluated the Weight Percent Gain (WPG) and dimention stability, and to evaluated durability from attack termite based on laboratory dan grave yard test. Some kind of wood such as kemiri, durian, and manggis woods were treated by soaking during 2 weeks with acetic acid concentration of 10%, 15%, 20%, and 25%. The results showed that high retention on kemiri wood with concentration of 25% was 7.73 gr/cm 3 . Durian wood in concentration of 15% had WPG value (44.41%) was good dimention stability (67.8%). The increasing of acetic acid concentration caused the increasing of retention and wood resistance from termite attack in laboratory and grave yard test. Key words: acetic acid, wood acetylation, termites, WPG, ASE PENDAHULUAN Pada umumnya, penggunaan kayu buah- buahan yang tidak produktif berasal dari hutan rakyat didominasi oleh kayu yang mempunyai keterawetan rendah (III, IV, dan V), seperti kayu kemiri yang memiliki kelas awet V dengan kelas kuat IV-V (Martawijaya,dkk, 1989), kayu durian yang memiliki kelas awet IV-V dengan kelas kuat II-III (Mulyadi, 2006), dan kayu manggis yang memiliki kelas awet III dengan kelas kuat I-II (Wahyuni, dkk, 2008). Hal ini menyebabkan kayu tersebut sangat rentan terhadap serangan organisme perusak kayu, khususnya rayap. Menurut Nandika, dkk (2003), di Indonesia jenis rayap yang paling banyak menimbulkan kerusakan dan ganas dalam menyerang kayu adalah rayap tanah. Steller dan Labosky (1982) menegaskan bahwa rayap tanah merupakan jenis rayap yang menimbulkan kerusakan paling besar dan luas. Upaya melindungi kayu dari serangan organisme perusak kayu khususnya rayap dapat dilakukan melalui usaha pengawetan kayu (Karlinasari, dkk, 2010). Salah satu usaha pengawetan kayu adalah modifikasi kimia dengan asetilasi kayu. Menurut Hadi (2007) bahwa modifikasi kimia kayu dapat meningkatkan sifat fisis-mekanis dan keawetan kayunya. Proses asetilasi pada kayu terjadi karena pergantian gugus OH oleh gugus asetil yang dapat menyebabkan kayu mempunyai stabilitas dimensi yang lebih tinggi karena air yang dapat diserapnya menjadi lebih sedikit. Menurut Rowell (1992) dalam Hamid (2008) bahwa modifikasi dengan asam asetat (asetilasi) pada selulosa kayu bertujuan untuk menstabilkan dinding sel dan meningkatkan stabilitas dimensi. Modifikasi kimia kayu dengan asetilasi kayu akan diterapkan pada kayu buah-buahan seperti kayu kemiri, durian, dan manggis. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan perlakuan terhadap kayu buah-buahan berupa kayu kemiri, durian, dan manggis. Bahan kimia yang digunakan dalam asetilasi kayu ini yakni larutan asam asetat dengan berbagai konsentrasi (10 %, 15%, 20 %, dan 25%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kayu dan konsentrasi asam asetat terhadap nilai retensinya, mengevaluasi pengaruh jenis kayu dan konsentrasi asam asetat terhadap nilai penambahan berat/Weight Percent Gain (WPG) dan stabilitas dimensi/Antiswelling Effeciency (ASE), dan mengevaluasi ketahanan terhadap serangan rayap baik dengan uji laboratorium maupun uji kubur. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Laboratorium Kimia Polimer dan Arboretum Tridarma Universitas Sumatera Utara. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah : botol kaca, mikrometer skrup, oven, timbangan, kalifer, ember, kuas, bak rendaman, alat tulis, sarung tangan, masker, alat semprot, dan kalkulator. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cat, tiga jenis kayu buah-buahan (kayu kemiri, kayu durian, dan kayu manggis), larutan asam asetat (10%, 15%, 20%, dan 25%), pasir, dan rayap Macrotermes gilvus dan Coptotermes curvignathus. Prosedur penelitian yan dilakukan adalah 1. Persiapan Contoh Uji Contoh uji yang digunakan yakni kayu yang berukuran 2 cm x 2 cm x 30 cm untuk penambahan