JURNAL IPTEKS TERAPAN Research of Applied Science and Education V9.i2 (179-184) KOPERTIS WILAYAH X 179 ISSN: 1979-9292 E-ISSN: 2460-5611 PENGARUH PEMBERIAN TIMBAL (Pb) TERHADAP MORFOLOGI DAUN BAYAM (Amaranthus tricolor L.) DALAM SKALA LABORATORIUM Wirdati Irma Program Studi Bilogi Fak.MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau Email: wi@gmail.com Submitted: 23-07-2015, Rewiewed:07-08-2015, Accepted:03-02-2016 http://dx.doi.org/10.22216/jit.2015.v9i2.3 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh timbal (Pb) terhadap bentuk morfologi daun bayam (Amaranthus tricolor L.) dengan 3 konsentrasi Pb yang berbeda, yaitu 1 ppm, 3 ppm, 5 ppm dan kontrol dalam skala laboratorium. Metode penelitian secara eksperimen di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis Pb yang dilakukan, bayam Pb 1 ppm terjadi perubahan morfologi hanya pada warna daun dan permukaan daun. Pada bayam Pb 3 ppm dan 5 ppm terjadi perubahan morfologi pada semua karakteristik daun. Kerusakan terlihat yang diakibatkan dari ketiga konsentrasi tersebut beragam, makin tinggi konsentrasi Pb, kerusakan tanaman pun semakin besar. Kata kunci: Bayam, Morfologi, Daun, Timbal (Pb), Karakteristik. PENDAHULUAN Bayam adalah tanaman yang termasuk dalam Famili Amaranthaceae, dengan nama latin Amaranthus sp yang merupakan tanaman perdu dan semak. Bayam memiliki banyak jenis, ada yang dibudidayakan dan ada yang tidak dibudidayakan. Fungsi bayam sangat beragam dan bermanfaat, di antaranya bayam dapat memperbaiki daya kerja ginjal, akarnya dapat digunakan untuk mengobati penyakit disentri, mempercepat pertumbuhan sel, serta dapat mempercepat proses penyembuhan bagi orang yang sedang menjalani perawatan setelah sakit. Bayam juga dapat digunakan sebagai bahan untuk masakan seperti gado-gado, sayur bening, pecel, dan lain-lain. Daun bayam juga dapat dimanfaatkan untuk membuat keripik bayam yang rasanya gurih dan renyah (Tafajani, 2011). Bayam (Amaranthus tricolor L.) merupakan tanaman yang daunnya biasa dikonsumsi sebagai sayuran, karena memiliki tekstur yang lunak. Kandungan seratnya pun cukup tinggi sehingga dapat membantu memperlancar proses pencernaan. Bayam kaya akan garam mineral seperti kalsium, fosfor, dan besi. Bayam juga mengandung beberapa macam vitamin, seperti vitamin A, B, dan C. Sayur ini juga mempunyai nilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan beberapa jenis bayam lainnya. Hal ini disebabkan besarnya permintaan yang cukup tinggi dari beberapa supermarket, hotel dan restoran. Bayam jika dipelihara dengan baik, dan syarat tumbuhnya terpenuhi, maka dapat diperoleh produksi 3,5-5 ton per hektar (Sunarjono, 2013 dan Tafajani, 2011). Tanaman bayam merupakan salah satu jenis sayuran komersial yang mudah diperoleh di setiap pasar, baik pasar tradisional maupun pasar swalayan. Umumnya tanaman bayam dikonsumsi