RESENSI NOVEL TENTANG KAMU : LIMA MAKNA KEHIDUPAN DALAM KISAH PEMECAHAN MISTERI WARISAN riawani elyta book , lomba blog , review Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest “Tapi, aku tetap tidak memahami satu hal, Zaman. Kenapa Sri Ningsih tidak langsung mengirimkan langsung surat wasiatnya ke Belgrave Square? Itu jelas akan membuat semua urusan lebih sederhana, bukan?” (hal. 516-517). Zaman Zulkarnaen, seorang junior associate di firma hukum Thompson & Co di London, mendapat tugas menangani warisan salah seorang klien mereka yang meninggal di Paris. Namun, tugas kali ini terbilang pelik. Tak hanya karena sang klien meninggalkan warisan dengan nilai sangat besar dalam bentuk kepemilikan saham, tetapi juga terkait misteri yang menyelimuti kehidupan sang klien, mulai dari tempat tinggal terakhirnya di sebuah panti jompo, surat mandat kepada Thompson & Co untuk menyelesaikan urusan warisan yang “hanya” dititipkan melalui pos, ketiadaan surat wasiat, dan kenyataan bahwa sang klien adalah seorang wanita Indonesia, negara asal Zaman Zulkarnaen. Penelusuran Zaman dimulai di Kota Paris, tepatnya di panti jompo yang menjadi “rumah” terakhir sang klien yang bernama Sri Ningsih itu. Di sini, Zaman mendapat informasi tentang kehidupan Sri selama di panti dari gadis pengurus panti bernama Aimee. Benda paling berharga yang berhasil diperoleh Zaman di tempat ini adalah diary milik Sri Ningsih. Diary inilah yang kemudian “menuntun” Zaman menelusuri fase demi fase kehidupan Sri Ningsih. Penelusuran Zaman berlanjut ke pulau Bungin, tempat kelahiran Sri Ningsih. Kisah tentang Sri di pulau ini diperoleh Zaman dari seorang Pak Tua bernama Ode. Lelaki inilah yang menjadi saudara angkat sekaligus saksi rekam jejak kehidupan Sri selama di Bungin, hingga Sri meninggalkan Bungin menuju Surakarta.