A. Masa Kejayaan Peradaban Dinasti Abbasiyah Masa keemasan atau masa kejayaan umat Islam sebagai pusat dunia dalam berbagai aspek peradaban. Kemajuan itu hampir mencakup semua aspek kehidupan : 1. Adminisratif pemerintahan dengan biro-bironya. 2. Sistem organisasi militer 3. Administrasi wilayah pemerintahan. 4. Pertanian, perdagangan, dan industri. 5. Islamisasi pemerintahan. 6. Kajian dalam bidang kedokteran, astronomi matematika, geografi, historiografi, filsafat islam, teologi, hukum (fiqh), dan etika islam, sastra, seni, musik dan arsitek. 7. Pendidikan, kesenian, arsitektur meliputi; pendidikan dasar menengah, dan perguruan tinggi, perpustakaan dan toko buku, seni rupa, seni musik, dan arsitek. 1 Peradaban dan kebudayaan Islam tumbuh dan berkembang bahkan mencapai kejayaannya pada masa Abbasiyah, dikarenakan pada periode ini lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Puncak kejayaan Dinasti Abbasiyah terjadi pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid (786-809 M) dan anaknya Al-Makmun (813-833 M). Ketika Ar-Rasyi memerintah, negara dalam keadaan makmur, kekayaan melimpah, keamanan terjamin walaupun ada juga pemberontakan, dan luas wilayahnya mulai dari Afrika Utara hingga India. Pada masanya berkembang ilmu pengetahuan agama,seperti ilmu Al-Qur’an, qira’at, hadits, fiqh, ilmu kalam, bahasa dan sastra. Lembaga pendidikan pada masa Dinasti Abbasiyah mengalami perkembangan dan kemajuan sangat pesat. Kemajuan tersebut paling tidak ditentukan oleh dua hal, yaitu: Terjadinya asimilasi antara bahas Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada 1 Dedi Supriyadi, Sejarah Peradaban Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 2008), hlm, 129-130.