113 PEMANFAATAN LIMBAH KULIT UDANG SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MEMBRAN ULTRAFILTRASI Oleh: Nita Kusumawati FMIPA Universitas Negeri Surabaya Abstract This research was aimed to study the made of chitosan membrane. The chitosan membrane was made from industrial waste of prawn packing factory. The prawn husk was extracted to become chitin before it was then transformed to chitosan. In order to make a membrane, the chitosan was mixed with an acetic acid solution using magnetic stirrer. The mixed of chitosan and an acetic acid solution was doing for 24 hour to make sure the solution are homogenic. After that, chitosan solution was stored to glass plate 10x10 cm. The glass plate that have been with chitosan solution then dried for 48 hours. A Chitosan Membrane that have made was keeped with the plate until it used. Keywords: chitosan membrane, industrial waste A. PENDAHULUAN 1. Analisis Situasi Indonesia merupakan Negara yang terkenal dengan hasil lautnya yang melimpah. Namun sayang, di Indonesia masakan laut dan peng- olahan hasil laut dari Cructaceae belum dapat optimal. Pada umum- nya sebagian besar pengolahan hasil laut dari Cructaceae hanya diguna- kan sebagai bahan campuran pem- buatan krupuk, terasi atau makanan ternak, di mana harga jual ketiga produk olahan tersebut tidak se- tinggi harga chitosan. Salah satu iklan di internet menyebutkan harga 50 gram chitosan ± $ 23 US. Belum dimanfaatkannya limbah pengolah- an udang dan kepiting sebagai sum- ber chitosan boleh jadi disebabkan karena belum dikenalnya industri chitosan secara umum atau karena tidak ada publikasi yang memuat proses yang dikerjakan secara seder- hana di Indonesia. Chitosan (2-amino-2-deoksi- D-glukopiranosa) adalah senyawa tu- runan dari chitin (N-asetil-2-amino- 2-deoksi-D-glukopiranosa) yang ter- deasetilasi pada gugus nitrogennya (Anonim, 1998). Chitin dan chitosan merupakan polimer linier. Deaseti- lasi yang terjadi pada chitin hampir tidak pernah selesai sehingga dalam chitosan masih ada gugus asetil yang terikat pada beberapa gugus N.