ISBN : 978-602-73865-4-9 Prosiding Nasional APIKES-AKBID Citra Medika Surakarta 29 AKTIVITAS PENUMBUH RAMBUT MIKROEMULSI KOMBINASI EKSTRAK DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus L.) DAN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) Nutrisia Aquariushinta Sayuti Kementerian Kesehatan, Politeknik Kesehatan Surakarta, Jurusan JamuEmail: Nutrisayuti@gmail.com ABSTRAK Campuran dari ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus L) dan ekstrak daging buah asam jawa (Tamarindus indica L) diharapkan dapat mengoptimalkan aktivitas penumbuh rambut dari sediaan mikroemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas penumbuh rambut sediaan mikroemulsi dengan bahan aktif kombinasi dari ekstrak daun waru dan ekstrak asam jawa. Pengujian aktivitas penumbuh rambut dilakukan dengan metode Tanaka menggunakan kelinci jantan sebagai hewan percobaan. Pengujian dilakukan pada tiga formula mikroemulsi dengan kombinasi ekstrak daun waru dan asam jawa 1:1, 1:2 dan 2:1. Terdapat perbedaan aktivitas penumbuh rambut diantara ketiga formula. Formula dengan kombinasi ekstrak daun waru dan asam jawa 2:1 mempunyai aktivitas penumbuh rambut yang terbaik diantara kombinasi yang lain. Kata Kunci : Daun Waru; Asam jawa; Penumbuh Rambut; Mikroemulsi. ABSTRACT It is hope that the mixture of Hibiscus tiliaceus L. Leaves extract and Tamarindus indica L. extract can optimize hair growth promoting effect of microemulsion form. The research aimed to examine hair growth activity of microemusion form with combination of Hibiscus tiiaceus extract and Tamarind extract. Hair growth activity test using Tanaka methods with male rabbits as trial animal. The test done to three formula of microemulsion with Hibiscus tiliaceus extract and Tamarind extract of 1:1, 1:2 and 2:1. There are difference of hair growth activity of the three formula. The best activity was formula of 2:1 Hibiscus tiliaceus extract and Tamarind Extract combination. Key Word: Hibiscus tiliaceus leaves; Tamarind; Hair growth; Microemulsion. PENDAHULUAN Rambut melindungi kepala dan kulit kepala terhadap lingkungan yang merugikan, antara lain suhu dingin atau panas, dan sinar ultraviolet, sebagai pengatur suhu, pendorong penguapan keringat, dan sebagai indera peraba yang sensitif (Harahap, 2000). Perawatan rambut tidak cukup menggunakan shampoo dan condisioner saja karena rambut merupakan sel yang hidup yang perlu dipelihara, dirawat dan diberi pupuk sehingga dapat hidup sehat dan indah (Wasitaatmadja, 1997). Daun waru (Hibiscus tiliaceus L) telah lama dipercaya sebagai bahan penumbuh rambut alami sedangkan buah tua asam jawa (Tamarindus indica L) lebih dipercaya sebagai pencegah kerontokan rambut. Penggunaannya masih sederhana yaitu dengan cara ditumbuk secukupnya dengan air kemudian digunakan untuk mengurut kepala setelah itu rambut dicuci dengan air bersih (Anonim-a, 2013; Anonim-b, 2013). Kombinasi kedua macam bahan dalam bentuk mikroemulsi diharapkan menghasilkan aplikasi penggunaan lebih praktis, menarik serta mampu membuat aktivitas penumbuhan rambut menjadi lebih optimal, oleh karena itu perlu dilakukan pembuatan mikroemulsi dengan kombinasi ekstrak etanol daun waru dan buah asam jawa serta pengujian aktivitas penumbuh rambut secara in vivo. Harapannya dengan adanya penelitian ini akan memberikan diversifikasi produk sediaan hair tonic dan sebagai alternatif pengolahan daun waru dan asam jawa untuk menghindari kebusukan pasca-panen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas penumbuh rambut mikroemulsi kombinasi ekstrak etanol daun waru dan asam jawa.