KAJIAN SIFAT……(26):210-223 Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 10 No. 26, Edisi Juni 2009 210 KAJIAN SIFAT-SIFAT DASAR KAYU MANIS SEBAGAI PERTIMBANGAN PEMANFAATAN LIMBAH PEMANENAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii, Blume) Oleh/by SITI HAMIDAH 1 : VIOLET BURHANUDIN 1 ; & WIWIN TYAS ISTIKOWATI 1 1 Laboratorium Anatomi Kayu, Jurusan Teknologi Hasil Hutan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru ABSTRACT The aim of this research was to get alternative using part of Kayu Manis that assumed as waste of Kayu Manis harvesting. The first, we had to know basic characteristic from three uneven age namely < 5 years old, 5 – 10 years old and more than 10 years old, so we could give recomendation about type purpose to suitable for other purpose. The result of this research showed that part of Kayu Manis that assumed as waste could be meubelair and furniture, raw material for timber, venir and plywood, and maybe to be used as raw material of pulp and paper. For special purpose, we had to consideration about extractive, density, and soon. Keywords : Cinnamomum burmanii, characteristic, waste Penulis untuk korespondensi : Telp. +628152121050, e-mail:st_hamidah@telkom.net PENDAHULUAN Kecamatan Loksado merupakan salah satu daerah penghasil kayu manis terbesar di Kalimantan Selatan. Hal ini dapat dibuktikan produksi kulit kayu manis pada tahun 2000 sebesar 377,42 ton, berasal dari tanaman kayu manis seluas 383 ha yang terpusat di Kecamatan Loksado (Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Kalimantan Selatan, 2000). Selama ini hasil kulit kayu manis yang dihasilkan para petani masih bermutu rendah, sehingga mengakibatkan harga jual murah. Bahkan pada akhir tahun 2005 harga jual sempat anjlok sampai ke harga Rp. 3000,00 per kg (Banjarmasin Post, 6 Februari 2006). Banyak usaha-usaha yang telah dilakukan untuk meningkatkan mutu kulit yang dihasilkan, meskipun demikian masih dirasa perlu usaha lain untuk lebih meningkatkan pendapatan petani kayu manis dan menggairahkan usaha budidaya kayu manis. Hal ini dirasa sangat penting dikarenakan pohon kayu manis selain bermanfaat secara ekonomis, juga karena pohon kayu manis sangat cocok untuk tujuan penghijauan. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan bagian pohon kayu manis, selain kulit. Pemanfaatan tidak terbatas dari kulitnya saja, tetapi juga memanfaatkan secara optimal bagian- bagian lain seperti: daun, ranting, cabang dan batang. Salah satu usaha yang perlu dilakukan adalah pemanfaatan batang (kayunya) yang selama ini setelah ditebang hanya diambil kulitnya, dan kayunya hanya untuk keperluan kayu bakar bahkan sering ditinggal begitu saja di dalam hutan. Hal ini sangat disayangkan mengingat proporsi terbesar dari suatu pohon justru terdapat pada batangnya (kayunya). Pada umur panen (8 tahun) hanya dihasilkan kulit kering antara 2 – 3 kg per pohon, padahal batang kayu yang dibuang rata-rata berukuran diameter lebih dari 30 cm. Oleh karena itu perlulah dilakukan usaha-usaha untuk pemanfaatan bagian kayu tersebut.