Artikel Penelitian Maj Kedokt Indon, Volum: 58, Nomor: 1, Januari 2008 Profil Ulkus Diabetik pada Penderita Rawat Inap di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr M. Djamil Padang Eva Decroli, Jazil Karimi, Asman Manaf, Syafril Syahbuddin Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas RS Dr. M. Djamil Padang Abstrak: Kaki diabetik adalah infeksi, ulserasi, dan atau destruksi jaringan ikat dalam yang berhubungan dengan neuropati dan penyakit vaskuler perifer pada tungkai bawah. Hiperglikemia pada DM yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai komplikasi kronik yaitu neuropati perifer dan angiopati. Dengan adanya angiopati perifer dan neuropati, trauma dapat menimbulkan ulkus pada penderita DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penderita ulkus diabetik yang dirawat di Bangsal Penyakit Dalam RSUP dr M Djamil Padang. Penelitian ini dilakukan terhadap 38 subjek yang memenuhi kriteria. Berdasarkan distribusi jenis kelamin dan umur didapatkan 27 orang laki-laki (71 %) dan 11 orang perempuan (29 %). Lama menderita DM rata-rata 5,3 ± 4,8 tahun. Kadar gula darah 316,4 ± 77,6 mg/dL. Tindakan bedah amputasi dilakukan pada 39,5% subjek. Berdasarkan kultur dan uji sensitivitas dengan mesin Baxtec kuman patogen terbanyak yang ditemukan pada ulkus diabetik adalah Klebsiella sp (28%), Proteus mirabilis (25,6%), dan Staphylococ- cus aureus (25,6%). Meropenem merupakan antibiotik dengan sensitivitas tertinggi (94,7%), disusul Sulbaktam & Sefoperazon (86,8%) dan netilmicin sulfat (60,5%). Sementara Sefotaksim, Seftriakson, Siproflokasin sensitif relatif rendah yaitu 39,4%, 31,5%, dan 15,7%. Pendekatan empiris dalam memilih antibiotik yang akan digunakan pada penderita ulkus diabetik perlu ditinjau kembali. Kata kunci: ulkus diabetik, mikroorganisme, antibiotik, amputasi. 3