Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 14 No.1 (2016): 39-50 39 Telecommunication Costs Incurred Expenses Society Effect of Technology Adoption Beban Biaya Telekomunikasi yang Dikeluarkan Masyarakat Pengaruh dari Adopsi Teknologi Sri Ariyanti Puslitbang Sumber Daya, Perangkat dan Penyelenggaraan Pos dan Informatika Jl. Medan Merdeka Barat No.9 Jakarta 10110, Indonesia e-mail:sri.ariyanti@kominfo.go.id INFORMATION ARTICLE A B S T R A K Manuscript received June 6, 2016 Revised June 19, 2016 Accepted June 20, 2016 Kata kunci : teknologi biaya ARPU Salah satu target Rencana Pita Lebar Indonesia tahun 2014-2019 adalah memberikan akses bergerak kepada 52% populasi di wilayah pedesaan dengan data rate hingga 1Mbps. Target harga layanan pita lebar tertinggi adalah 5% dari rata-rata pendapatan bulanan pada akhir tahun 2019 agar layanan pita lebar dapat terjangkau oleh masyarakat luas. Rencana pita lebar dengan target harga dan minimal data rate tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya perubahan teknologi. Teknologi yang mendukung terpenuhinya t tersebut antara lain teknologi 3.5G dan 4G LTE. Dalam rangka upgrade teknologi tersebut, operator mengeluarkan biaya yang cukup besar. , perlu adanya biaya yang cukup besar yang dikeluarkan oleh operator. Biaya tersebut sangat berpengaruh pada besar biaya yang akan dibebankan kepada pelanggan. Oleh karena itu, perlu dikaji seberapa besar biaya yang ditanggung pelanggan seluler setelah adanya teknologi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biaya yang dibebankan kepada masyarakat sudah sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Rencana Pita Lebar Indonesia. Teknik penelitian menggunakan pendekatan data kuantitatif yang dianalisis dengan ekonometrika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data pengeluaran telekomunikasi rumah tangga maupun data ARPU, biaya yang dibebankan kepada pelanggan sudah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pita Lebar Indonesia yaitu kurang dari 5%. A B S T R A C T Keywords: technology cost ARPU One of the Indonesia Broadband Plan in 2014 2019 is that it can be provided mobile data reaching 52% rural areas with data rate up to 1 Mbps. In order to be affordable, so that maximum price is 5% of the average monthly income at the end of 2019. That data rate cannot be achieved without upgrading the technology. The technology of 3.5G and 4G are among others technology that can support high data rate. In order to upgrade technology, it needs a considerable cost from mobile operators, while it can influence the cost that will be charged to the customer. Therefore, this paper studied how much the cost for data users after adopt new technology. This study aimed to know whether social cost is appropriate to Indonesia Broadband Plan. This research used a quantitative approach with econometrics analysis. The result showed that based on data of Household Expenditure with Budget for Telecommunications and ARPU, the cost charged to the customer has been complied with Indonesia Broadband Plan is less than 5 %. 1. Introduction Technology continues to change from year to year. Such changes cannot be separated from customers‘ demand in using the service. The users today are more likely to use data services than voice service. Data services offer the use of a variety of applications, such as games, chat, e-mail, and so forth. DOI: 10.17933/bpostel.2016.14010