1 OPTIMASI KUAT TEKAN, RESAPAN, DAN KEAUSAN PAVING BLOK ABU VULKANIK DENGAN PENDEKATAN THE FUZZY LOGICS Randi Nugraha Putra, DR.Brojol Sutijo SU.,M.Si Mahasiswa Jurusan Statistika, Dosen Pembimbing Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Kampus ITS Sukolilo Email : randy_phoezink@yahoo.co.id ; brodjol_su@statistika.its.ac.id Abstrak Abu vulkanik, sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan gunung berapi, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus. Penelitian yang dibuat menggunakan bahan abu vulkanik dari Gunung Bromo, yang terdiri dari 3 faktor yaitu komposisi semen dan abu vulkanik, faktor air semen (FAS), dan lama perawatan paving. Dengan metode standart didapatkan kondisi optimum A 3 B 3 C 2 untuk respon kuat tekan, resapan dan keausan dengan nilai optimum 41,039 Mpa, 12,819% dan 0,0359mm/menit. Hasil dari metode fuzzy logics didapat kondisin optimum baru yaitu A 3 B 3 C 3 dengan nilai taksiran rata-rata Kuat Tekan optimum sebesar 42,588 Mpa, nilai taksiran rata- rata Resapan optimum sebesar 8,348%, nilai taksiran rata-rata Keausan optimum sebesar 0,0023 mm/menit. Kata Kunci : abu vulkanik, fuzzy logics, paving blok 1. Pendahuluan Paving blok merupakan salah satu bahan bangunan yang dimanfaatkan sebagai lapisan atas struktur jalan selain aspal atau beton. Paving blok dibuat dari bahan campuran seperti semen portland atau bahan perekat lainnya, air dan agregat. Bahan agregat yang sering digunakan dalam pembuatan paving blok adalah pasir, mulai dari pasir galian dan juga pasir sungai. Identifikasi karakteristik kualitas paving blok dengan kualitas baik adalah paving blok yang mempunyai nilai kuat tekan tinggi (satuan MPa), tingkat resapan yang rendah (%), serta daya keausan yang rendah (mm/menit). Berdasarkan pada SNI 03–0691–1996, paving blok dengan mutu terendah (mutu D) minimal memiliki kuat tekan 8,5 Megapascal (Mpa), persentase serapan air rata – rata maksimum 10% dan keausan 0,251 (Ferdiyanto,2009). Bahan lain yang bisa digunakan sebagai bahan campuran semen maupun beton yaitu abu vulkanik, sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan gunung berapi, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus. Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno, dalam Kompas.com mengatakan bahwa fungsi pasir gunung api mengandung silika (SiO) yang tinggi sehingga dapat diolah menjadi bahan bangunan ekonomis seperti bahan campuran semen maupun beton. Penelitian tentang penggunaan abu vulkanik sebagai bahan semen atau beton pernah dilakukan oleh Kurniawan dan Muljadi (Pusat Penelitian Fisika – LIPI 2011) meneliti pembuatan beton high-strength berbasis mikrosilika dari abu vulkanik Gunung Merapi. Hasil karakteristik beton menunjukkan bahwa beton dengan kualitas terbaik dihasilkan oleh Beton E (rasio resin-komposit 1 : 3) dengan karakteristik densitas = 2,09 gr/cm3, porositas = 1,58 %, dan kuat tekan sebesar 850,50 kgf/cm2. Tampak bahwa penambahan abu vulkanik sebagai campuran pada beton baik yang berukuran 100 mesh maupun mikro size dapat menghasilkan beton mutu tinggi yang ringan dengan kepadatan tinggi (Kurniawan, C. dan Muljadi). Mahasiswa S1 Teknik Sipil ITS Rizalatul Isnaini melakukan penelitian pengujian kekuatan paving blok yang dibuat menggunakan bahan abu vulkanik dari Gunung Bromo, yang terdiri dari 3 faktor yaitu komposisi semen dan abu vulkanik, faktor air semen (FAS), dan lama perawatan paving. Dengan metode standart yang mengunakan nilai rata-rata untuk melihat kondisi setiap observasi, didapatkan kondisi optimum A 3 B 3 C 2 untuk respon kuat tekan, resapan dan keausan dengan nilai optimum 41,039 Mpa, 12,819% dan 0,0359mm/menit. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap respon Kuat Tekan, Resapan, dan Keausan dan mengidentifikasi adanya interaksi antar faktor serta menentukan dan menghitung kombinasi yang optimal untuk menghasilkan jenis paving blok dengan mutu yang sesuai dengan standar SNI 03-0691-1996. 2. Landasan Teori 2.1 Signal to Noise Ratio (SN Ratio) Dalam bidang teknik Signal to Noise (SN) Ratio digunakan sebagai ukuran untuk memilih karakteristik kualitas. SN Ratio mentransformasikan data pengamatan berulang ke dalam sebuah nilai yang mencerminkan keberadaan dari variasi dan nilai rata-rata dari respon (Park, S.H, 1996). Adapun beberapa tipe karakteristik kualitas SN Ratio dari respon, yaitu: