Nama : Anggi Permana Tarigan Silangit NPM : 210210160030 Kelas : A Penulisan Artikel dan Resensi Media Makna Simbol Macan Siliwangi Di dalam ilmu Antropologi terdapat suatu teori tentang sistem simbol yang di perkenalkan oleh salah satu seorang Antropolog terkenal yang berasal dari USA (United State Of America) yang bernama Clifford James Geertz. Sebagai Antropolog ia sangat dikenal dengan berbagai penelitiannya tentang Indonesia dan Maroko yang terkhususnya dalam bidang keagamaan, perkembangan ekonomi, struktur politik tradisional, dan juga kehidupan desa dan keluarga terkait kebudayaan Jawa dan juga Geertz sempat mempopulerkan istilah priyayi saat melakukan penelitian tentang masyarakat Jawa pada tahun 1960-an serta mengelompokkan masyarakat Jawa ke dalam tiga golongan yaitu priyayi, santri dan abangan. Dalam bukunya yang berjudul Tafsir Kebudayaan (1992), ia menerangkan makna yang terkandung dibalik sistem simbol yang terdapat pada suatu kebudayaan. Di dalam bukunya yang lain, berjudul Religion Of Java menyatakan bahwa sistem simbol merefleksikan suatu kebudayaan tertentu. Intinya, jika ingin mengerti suatu kebudayaan tertentu dapat dilakukan dengan cara menafsirkan terlebih dahulu sistem simbol yang ada. Macan atau maung, Siliwangi merupakan simbol dalam masyarakat Sunda yang erat hubungannya dengan Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi atau Pangeran Pamanah Rasa dikenal dalam sejarah sebagai salah satu dari Raja Kerajaan Pajajaran. Kisah perjalanan Prabu Siliwangi juga terdapat didalam kitab Suwasit. Dalam kitab Suwasit terdapat 22 bab tentang kisah perjalanan Prabu Siliwangi atau Pangeran Pamanah Rasa yang dimulai dari ayahnya yaitu Prabu Anggararang yang merupakan Raja Kerajaan Gajah. Sebelum bergelar Prabu “Siliwangi” ia bernamakan Pangeran Pamanah Rasa. Perubahan gelar tersebut terjadi karena Pangeran Pamanah Rasa ingin menyunting anak dari Syekh Quro yang bernama Nyai Subang Larang yang salah satu syaratnya harus memeluk agama Islam.