“EKOLOGI WILAYAH INTERTIDAL” Yunita Luhulima (C551160171) 1 1 Sekolah Pasca Sarjana Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, IPB 1 yunitaluhulima@yahoo.co.id PENDAHULUAN Latar Belakang Wilayah pesisir atau zona intertidal adalah daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di darat dan di laut (UU No.27/2007 jo UU No.1/2014 tentang pengelolahan pesisir dan pulau-pulau kecil). Zona intertidal terdiri dari wilayah daratan (teresterial) dan wilayah perairan yang mempunyai karakteristik wilayah yang dinamis, dimana antara wilayah teresterial dan perairan saling mempengaruhi satu dengan yang lain baik secara ekologi maupun sosial (Habtemariam, 2016). Zona intertidal sangat sempit jika dibandingkan dengan zona laut lainnya (Nyabakken, 1992) terletak antara pasang tertinggi dan surut terendah. Luas dan sempitnya zona intertidal umunya ditentukan oleh pantai itu sendiri. Semakin landai suatu pantai maka zona intertidalnya akan semakin luas, dan semakin terjal suatu pantai maka zona intertidalnya akan semakin sempit. Walaupun daerah intertidal hanya kecil atau sempit namun daerah intertidal ini memiliki variasi faktor lingkungan yang sangat besar. Zona intertidal memiliki lingkungan yang sangat ekstrim yang diakibatkan oleh adanya pengaruh pasang surut, sehingga dapat berubah dengan cepat karena sifat pasang surut yang menyebabkan daerah intertidal terendam, proses ini terjadi dalam satu sampai dua kali dalam sehari (Yuliandra 2009). Hanya organisme yang memiliki kemampuan adaptasi khusus terhadap tekanan akibat perubahan fisik dan kimia yang terjadi pada lingkungan intertidal ini yang dapat hidup pada daerah ini (Nyabakken, 1992). Biota yang hidup di daerah intertidal memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan daerah subtidal (daerah laut) kerana letaknya yang berdekatan dengan pantai, yang landai, dengan substrat yang beraneka ragam menyebabkan biota yang hidup didalamnya pun sangat beraneka ragam. Beragamnya ekosistem yang terdapat pada wilayah pesisir atau zona intertidal ini secara fungsional saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lain sehingga membentuk suatu sistem ekologi yang unik (Tuwo, 2011). Struktur kehidupan di ekosistem intertidal terdiri dari komunitas utama dan biota berasosiasi. Komunitas utama intertidal terdiri dari karang, lamun, alga, dan fauna lainnya, sedangkan biota intertidal yang berasosiasi dengan habitat pasang surut terdiri dari kelompok moluska, echinodermata, krustase, cacing, dan ikan (Yulianda et al 2012)