1. Mahasiswa Jurusan Kehutan Fakultas Pertanian Universitas Riau 2. Staf Pengajar Jurusan Kehutan Fakultas Pertanian Universitas Riau Jom Faperta Vol 1 No 2 Oktober 2014 DETEKSI PERUBAHAN TUTUPAN MANGROVE DENGAN MENGGUNAKAN CITRA MULTISENSOR DI SUNGAI LIONG PULAU BENGKALIS (MANGROVE COVER CHANGE DETECTION BY USING MULTISENSOR IMAGERY IN LIONG RIVER BENGKALIS ISLAND) Gilda Pudikasari 1 , Yossi Oktorini 2 ,Defri Yoza 2 Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Riau Address Bina Widya, Pekanbaru, Riau (gilda.pudika@gmail.com) ABSTRACT This research has been done on Liong river, located in Bengkalis Island on December 2013 by using ALOS AVNIR-2 2009th and RapidEye 2011th. The aims of this research is to know the mangrove cover change on Liong river start from 2009thuntil 2011th. The research method are red green methode then continued by using classification maximum likelihood method and for the accuracy mapping was evaluated by confusion matrix. The results showed that the mangrove’s cover on Liong river has changed and increase. In 2009 mangrove cover from 792,01 ha and increase becoming 812,61 ha. It showed that the rate of mangrove cover located in Liong river which represent increase of 20,6 ha in two years periode. Keywords: mangrove, satellite imagery, change detection. PENDAHULUAN Latar Belakang Mangrove merupakan ekosistem utama pendukung aktivitas kehidupan di wilayah pantai dan memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan siklus biologis di lingkungannya. Disamping itu, mangrove juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi (Suwargana, 2008). Tingginya nilai ekonomi dari mangrove dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemanfaatan mangrove yang dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan kerusakan pada mangrove. Kerusakan mangrove dapat dilihat dari perubahan penggunaan lahan yang dulunya mangrove menjadi permukiman, daerah tambak atau pembangunan lainnya.Menurut Kusmana (1997), terjadinya pengurangan mangrove diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : 1. Konversi mangrove menjadi bentuk lahan penggunaan lain sepert pemukiman, pertanian, industri, pertambangan dan lain-lain. 2. Kegiatan eksplorasi hutan oleh perusahaan HPH serta penebangan liar danbentuk perambahan hutan lainnya. 3. Polusi di perairan estuaria, pantai dan lokasi-lokasi perairan lainnyadimana tumbuh mangrove.