237 JURNAL REKAYASA SIPIL / Volume 6, No.3 – 2012 ISSN 1978 - 5658 STUDI PERBANDINGAN BIAYA BEKESTING SEMI MODERN DENGAN BEKESTING KONVENSIONAL PADA BANGUNAN GEDUNG Ida Bagus Ananta Wijaya, Ludfi Djakfar, Sugeng P. Budio Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang Jl. MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia E-mail : ananta.siipeuy@gmail.com ABSTRAK Dalam dunia konstruksi, kayu merupakan bahan yang sangat penting. Pada pekerjaan struktur beton bertulang, kayu diperlukan sebagai bahan utama untuk pembuatan bekesting konvensional. Kekurangan dari sistem ini adalah penggunaan material utama yaitu berupa kayu yang saat ini jumlahnya semakin menipis dan susah untuk didapatkan. Saat ini telah dikembangkan sistem bekesting yang berbeda yaitu bekesting semi modern yang mengganti material kayu yang digunakan secara berulang dengan ukuran yang sama dengan material besi atau baja. Tujuannya adalah menghemat penggunaan bahan kayu. Saat ini sering dijumpai perbedaan jumlah pakai kayu antara di lapangan dan sesuai RKS. Selain itu juga terdapat perbedaan hasil biaya bekesting antara SNI dengan secara perhitungan manual.Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pengaruh bentang bangunan, luas bekesting dan jumlah lantai bangunan pada perbandingan efisiensi biaya bekesting semi modern dengan konvensional sesuai di lapangan. (2) Untuk mengetahui pengaruh bentang bangunan, luas bekesting dan jumlah lantai bangunan pada perbandingan efisiensi biaya bekesting semi modern dengan konvensional sesuai dengan RKS. (3) Untuk mengetahui perbandingan efisiensi biaya penggunaan bekesting semi modern dengan konvensional antara di lapangan dengan RKS. (4) Untuk mengetahui perbandingan biaya bekesting bekesting semi modern dan konvensional dengan SNI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 36 model bangunan gedung yang dibedakan dari bentang bangunan, luas permukaan bekesting dan jumlah lantai bangunan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi biaya bekesting semi modern lebih efisien dibandingkan dengan bekesting konvensional. Efisiensi bekesting semi modern terhadap bekesting konvensional dipengaruhi oleh bentang bangunan, luas permukaan bekesting dan jumlah lantai bangunan. Kata kunci : bekesting konvensional, bekesting semi modern, efisiensi biaya PENDAHULUAN Saat ini isu mengenai global warming/pemasanasan global sudah semakin meluas. Banyak pihak menyerukan untuk mencegah pemasanasan global dengan berbagai cara, diantaranya adalah usaha pelestarian hutan. Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72 persen (World Resource Institute, 1997). Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun, sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Dari data ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hutan yang terus berkurang untuk diambil kayunya. Dalam dunia konstruksi, kayu merupakan bahan yang sangat penting. Fungsi kayu dapat digunakan sebagai bahan untuk konstruksi serta sebagai pendukung dalan proses konstruksi salah satunya adalah bekesting. Kayu pada bekesting digunakan sebagai konstruksi penahan beban sementara dan sebagai pembentuk dimensi atau permukaan elemen struktur beton bertulang. Sistem bekesting jenis ini adalah sistem konvensional. Kayu sebagai material bekesting digunakan berkali-kali. Namun terdapat perbedaan jumlah kali pakai kayu antara di lapangan dengan RKS untuk bekesting. Saat ini telah dikembangkan sistem bekesting yang berbeda dengan sistem konvensional yaitu dengan semi modern.