Teknik Survival Di Hutan
Tito Sucipto
Jurusan Kehutanan
Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara
PENDAHULUAN
Kegiatan di alam bebas adalah kegiatan yang bersifat menyenangkan, karena kita
bisa melihat, menikmati, mengagumi dan belajar mengenai alam ciptaan Tuhan Yang
Maha Kuasa. Alasan melakukan kegiatan di alam bebas antara lain sebagai sarana
olahraga (sport) , kegemaran (hobby), pendidikan (education), penelitian (research),
pelatihan (training) atau sekedar bersantai (refreshing) menikmati keindahan alam.
Kegiatan ini sangat beragam tergantung tujuannya, antara lain mendaki gunung (hiking),
panjat tebing (rock climbing), penelusuran gua (caving), arung jeram (rafting), menyelam
(diving), selancar (surfing) atau praktek/praktikum lapangan di alam bebas.
Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan kegiatan di alam bebas adalah
persiapan dan perencanaan kegiatan yang matang, meliputi persiapan alat/perlengkapan,
kesehatan dan kondisi fisik, biaya selama kegiatan dan data informasi mengenai lokasi,
jalur, medan serta cuaca. Kemanapun lokasi yang kita tuju, apapun jenis medan yang
dilalui, seberapa buruknya cuaca yang dihadapi atau seberapa besar hambatan yang
datang, bukanlah suatu masalah yang berarti jika dibekali dengan persiapan dan
perencanaan yang matang.
Sebaliknya bila tidak dipersiapkan dan direncanakan secara matang, maka akan
menyebabkan kondisi darurat, sehingga memaksa kita harus bertahan hidup (survival)
sebelum mendapatkan pertolongan atau keluar dari situasi dan kondisi yang tidak
diharapkan tersebut. Pengetahuan tentang survival sangat diperlukan bagi orang yang
biasa beraktivitas di alam bebas sebagai "senjata" yang bisa digunakan pada saat terdesak
menghadapi kondisi darurat.
PERSIAPAN DAN PERENCANAAN KEGIATAN
Persiapan dan perencanaan kegiatan di alam bebas harus disesuaikan dengan jenis
dan tujuan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan persiapan dan perencanaan yang
matang akan mengurangi resiko buruk yang mungkin timbul selama kegiatan, antara lain
iklim/cuaca yang ekstrim, medan yang sulit dilewati atau sumber air yang kurang.
Kondisi-kondisi tersebut harus diantisipasi sedini mungkin dengan persiapan fisik,
mental, keterampilan (skill) dan data informasi. Addy (2002) menambahkan bahwa
sebelum melakukan kegiatan di alam bebas harus mempersiapkan dan merencanakan
kegiatan dengan baik terutama informasi jalur, medan dan cuaca, kesehatan dan kondisi
fisik, biaya perjalanan, kelengkapan identitas diri serta perlengkapan pakaian dan logistik.
Perencanaan kegiatan akan mempermudah mengorganisir kegiatan yang akan
dilakukan, dengan mengeliminasi kemungkinan resiko buruk yang mungkin terjadi.
e-USU Repository ©2005 Universitas Sumatera Utara
1