BARISTA, Volume 2, Nomor 2, Desember 2015 STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PEMANDIAN AIR PANAS LEJJA DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN Asrina Dewi Nasrullah Universitas Fajar Makassar Jalan Prof. H. Abudurrahman Basalamah No.101 Makassar E-mail: nasbinawisata@gmail.com Abstract: This study aims to (1) determine the factors driving and inhibiting tourism development of Pemandian Air Panas Lejja, and (2) determine the development strategy of what should the government do Soppeng in the development of attraction Pemandian Air Panas Lejja in increasing tourist arrivals. Data analysis method used is descriptive qualitative approach then to obtain a development strategy also conducted a SWOT analysis. The results showed that the factors driving the development of attraction Pemandian Air Panas Lejja are natural scenery, hot springs, security conditions, hospitality, facilities and infrastructure, diversity of tourist attractions and the atmosphere of comfort. Whereas the inhibiting factor is lack of funds, lack of professional employee, promotion, road, the location is far from city, program development is still modest, telecommunications networks, including the conservation forests/protected. The strategy of development to be done in increasing tourist arrivals are increasing promotion through print and electronic media taking into account the quantity and quality of promotional materials; repair, maintain and improve the facilities and infrastructure; and establish cooperative relationships with investors and the tourism actors. Keywords: development strategy, tourism object Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh data perihal faktor-faktor pendorong dan penghambat pengembangan objek wisata Pemandian Air Panas Lejja, dan (2) mengkaji strategi pengembangan apa saja yang harus dilakukan pemerintah Kabupaten Soppeng dalam pengembangan objek wisata Pemandian Air Panas Lejja dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Metodeanalisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif kemudian untuk memperoleh strategi pengembangan dilakukan pula analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong pengembangan objek wisata Pemandian Air Panas Lejja yaitu panorama alam, tersedia sumber air panas, kondisi keamanan, keramahtamahan masyarakat, sarana dan prasarana, keanekaragaman atraksi wisata dan suasana yang kenyamanan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan dana, kurangnya tenaga kerja profesional, promosi yang kurang, jalan yang kurang baik, lokasi jauh dari pusat kota, program pengembangan yang masih sederhana, jaringan telekomunikasi, termasuk dalam kawasan hutan konservasi/lindung. Adapun strategi pengembangan yang harus dilakukan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan yaitu meningkatkan promosi melalui media cetak dan elektronik dengan memperhatian kuantitas dan kualitas materi promosi; memperbaiki, memelihara dan meningkatkan sarana dan prasarana; serta menjalin hubungan kerjasama dengan investor dan para pelaku pariwisata. Kata –kata kunci: Strategi pengembangan, objek wisata