Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013 Semirata 2013 FMIPA Unila |339 KEPADATAN BAKTERI COLIFORM DI SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK Siti Khotimah Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak Abstrak. Pemanfaatan air Sungai Kapuas di Kota Pontianak memberikan peluang masuknya bakteri coliform ke lingkungan perairan. Jumlah bakteri coliform yang melimpah dalam saluran pencernaan menyebabkan infeksi saluran pencernaan seperti diare. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepadatan bakteri coliform di Sungai Kapuas Kota Pontianak pada bulan Juni 2009 di empat lokasi pengambilan sampel yaitu muara Sungai Jawi, pabrik karet di Siantan Hilir, muara Sungai Landak dan Pasar Kapuas Besar Pontianak dengan metode purposive random sampling. Hasil pemeriksaan menunjukkan kepadatan bakteri coliform tertinggi terjadi pada saat pasang yaitu 160.825 MPN / 100 mL dan terendah yaitu 8.425 MPN / 100 mL di muara Sungai Jawi. Hasil pemeriksaan menunjukkan perairan Sungai Kapuas tercemar bakteri coliform yang telah melewati ambang batas persyaratan air minum dan penggunaan domestik (1000 MPN / 100 mL). Kata kunci: kepadatan, coliform, Sungai Kapuas PENDAHULUAN Salah satu penyebab terjadinya pencemaran air adalah adanya limbah domestik di dalam perairan. Bagian yang paling berbahaya dari limbah domestik adalah mikroorganisme patogen yang terkandung dalam tinja karena dapat menularkan berbagai macam penyakit apabila masuk kedalam tubuh manusia. Dampak limbah ini akan semakin terlihat pada saat musim kemarau dikarenakan volume debit air limbah tetap, sedangkan volume debit air sungai mengalami penurunan sehingga kemampuan pengenceran air sungai terhadap limbah domestik juga menurun. Aktivitas penduduk yang semakin meningkat di sepanjang aliran Sungai Kapuas, seperti bertambahnya pemukiman penduduk, keberadaan pasar, rumah sakit dan lain-lain, yang umumnya membuang limbah di perairan sungai tersebut telah mempengaruhi kualitas air sungai. Terdapat sedikitnya 37 jenis penyakit yang ditularkan melalui air diantaranya diare. Penyebab utama 37 jenis penyakit adalah buangan air limbah domestik, limbah industri dan limbah pertanian adalah penyebab berikutnya. Buangan cair rumah tangga banyak mengandung bahan-bahan organik yang mudah terurai, sehingga limbah rumah tangga ini berpotensi tinggi mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Kandungan mikroorganismenya yang tinggi seperti Escherichia coli, Streptococus faecalis, Vibrio cholera, berbagai jenis virus dan kutu cacing yang terdapat dalam air limbah domestik merupakan penyebab dari penularan penyakit-penyakit tersebut. Data Dinas Kesehatan Pontianak menunjukkan angka kejadian diare pada tahun 1995, mencapai 280 penderita per 1000 penduduk. Tahun 2000 mencapai 300 penderita dan setiap balita saat ini paling tidak menderita diare rata-rata sebanyak 1,3 kali pertahun. Hal ini menunjukan bahwa masalah air tercemar limbah domestik lebih besar karena coliform yang ada dalam limbah dan perilaku hidup masyarakat yang kurang sehat. Tingginya indikasi limbah domestik sebagai. penyebab penyakit ini, didasarkan pada parameter pengukuran kualitas limbah perairan Sungai Kapuas terhadap potensi resikonya terhadap lingkungan (www.arsip.pontianakpost.com.