1 PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Sabjan Badio 1 A. Pengantar Implementasi Kurikulum 2013 yang syarat dengan karakter dan kompetensi, hendaknya disertai dengan penilaian secara utuh, terus- menerus, dan berkesinambungan. Hal tersebut bertujuan agar dapat mengungkap berbagai aspek yang diperlukan dalam mengambil keputusan (Mulyasa, 2014:135). Penilaian atau evaluasi merupakan proses menyimpulkan dan menafsirkan fakta-fakta dan memuat pertimbangan dasar profesional untuk mengambil kebijakan pada sekumpulan informasi tentang peserta didik. Penilaian yang tepat bagi peserta didik tidak hanya menunjukkan perilaku peserta didik yang lengkap, tetapi juga peserta didik yang hidup dan nyata sesuai dengan harapan (Surapranata dan Hatta, 2007). Definisi tersebut sejalan dengan definisi penilaian atau assessment yang disampaikan oleh Airasian dan Gronlund, yaitu proses pengumpulan, analisis, dan penafsiran informasi untuk menentukan seberapa jauh seorang peserta didik dapat mencapai tujuan pendidikan (Nurgiyantoro, 2011:22). Untuk dapat melakukan penilaian, tentu saja diperlukan alat. Alat tersebut dibedakan menjadi tes dan nontes. Tes terdiri atas beberapa jenis, bergantung kriteria pembedaannya. Berdasarkan bentuknya, tes terdiri atas tes objektif, tes uraian, tes uraian objektif, serta tes lisan dan kinerja. Sementara itu, alat penilaian nontes terdiri atas kuesioner, pengamatan, wawancara, penugasan, dan portofolio. Alat tes dan nontes tersebut memiliki karakteristik dan metode tersendiri dalam menjalankan fungsinya pada proses penilaian. Alat nontes pertama adalah kuesioner atau angket. Kuesioner atau angkat berbentuk daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada peserta didik mengenai masalah-masalah tertentu. Alat yang kedua adalah pengamatan atau oberservasi. Pengamatan atau observasi merupakan cara untuk mendapatkan infomasi dengan mengamati atau melakukan observasi secara cermat dan terencana. Alat yang ketiga adalah wawancara atau interview. Wawancara atau interview merupakan proses pengumpulan informasi dengan cara tanya jawab sepihak. Alat keempat adalah penugasan. Penugasan merupakan proses pengumpulan informasi dengan cara memberi tugas atau pekerjaan secara sistematis dan berkelanjutan kepada peserta didik. Sementara itu, alat kelima adalah portofolio. Portofolio berkenaan dengan dokumen yang dimiliki dan atau dihasilkan peserta didik. 1 Program studi Linguistik Terapan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (2014)