SEMI NAR NASI ONAL PERI KANAN INDONESI A 201 0 02-03 Desember 2010, Sekolah Tinggi Perikanan 357 ISOLASI DAN KARAKTERISASI MINERAL CRUSTACEA SEBAGAI SUMBER POTENSIAL NANO KALSIUM 1 Pipih Suptijah 2 , Fitje Losung 2 dan Roni Nugraha 3 ABSTRACT Calcium (Ca) is a macro mineral that is needed by the body for health, especially for bones, teeth, and muscle strength. Lately, the Indonesian population deprived of calcium to reach 50% so that additional alternatives are needed to avoid calcium deficiency. Nano calcium is made for the fast absorption because of their small size that is 10 -9 m, so that the nanoparticles of calcium will be easily absorbed perfectly (100%) into the receptor and immediately perform its functions to the bones, muscles, teeth, nerves that are sensitive and even to prevent osteoporosis. In this research was conducted extraction, isolation and characterization of nano calcium with the aid of nano blend devices and instruments such PSA analysis, SEM and AAS. Optimal results obtained at the treatment concentration of 1.5 N HCl and extraction time of 1.5 hours with the acquisition yield of 71%, but for better process efficiency using 1 N HCl with 1 hour time process that produces 61.7% nano-Ca .These conditions were selected as the optimal conditions for the production of nano-Ca of the fishery. Keywords : nano Ca, nano blend, Ca-absorbtion, osteoporosis Pendahuluan Ca adalah mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh diantaranya untuk metabolisme, penghasil energi, partisipasi pembentukan struktur protein, struktur tulang, DNA, dan berperan dalam berbagai aktivitas enzim. Mineral Ca umumnya tersedia dalam bentuk mikro, dalam penyerapannya Ca diduga hanya 50% terserap oleh tubuh sehingga tubuh mengalami kekurangan Ca yang berakibat timbulnya gangguan pada tulang dan gigi yaitu diantaranya: rikets, osteoporosis, gigi rapuh dan lain-lain (Guyton 1987). Alternatif terbaik untuk penyempurnaan ketersediaan Ca bagi tubuh adalah dengan konsumsi nano Ca. Partikel Ca berukuran sangat kecil yaitu 10 -9 m, sehingga cepat memasuki reseptor dan terabsorbsi 100% dengan sempurna. Dengan demikian tambahan kalsium dalam bentuk nano Ca akan menjadi solusi bagi penyakit akibat kekurangan Ca. Dampak positif dari Ca pada anak-anak akan menonjol, seperti meningkatnya pertumbuhan dan tinggi badan serta membentuk tulang dan gigi yang kuat dan sehat (Henry 1997). Sementara dampak positif pada orang dewasa adalah tulang dan gigi kuat, kepekaan syaraf yang prima, meningkatkan kesehatan kulit, terhindar dari stress, dan terhindar dari osteoporosis. Tujuan penelitian ini mengisolasi Ca dari limbah krustasea, menentukan mutu Ca yang dihasilkan dan menentukan proses yang paling efisien dengan hasil rendemen tertinggi, serta menentukan morfologi dan ukuran nano Ca dengan alat SEM. Metode yang digunakan meliputi tahap ekstraksi, gelasi, presipitasi, filtrasi, gravimetri dan pembakaran 800 o C yang dilajutkan uji ukuran partikel dengan PSA dan SEM serta uji kandungan mineral dengan AAS atau ICPS. Metode Bahan-bahan yang digunakan adalah cangkang udang, HCl, NaOH dan KCl. Alat yang digunakan antara lain alat ekstraksi, alat gelas, hot plate, filter, corong pengaduk, furnish, pipet tetes, kertas saring bebas abu, alat uji partikel PSA, alat uji morfologi SEM, dan alat uji mineral AAS (APHA 1998). Penelitian Pendahuluan Preparasi Bahan Perlakuan awal : perendaman bahan baku (cangkang udang) dengan HCl 1, 3, 5, dan 7 hari, masing-masing perendaman diuji kadar abunya, kemudian dipilih untuk memperoleh jumlah Ca yang sudah terekstrak, selanjutnya dipilih yang mengandung kadar Ca tertinggi dan waktu perendaman yang terbaik. 1 Dipresentasikan pada Seminar Nasional Perikanan Indonesia 2010 di Sekolah Tinggi Perikanan, 2 – 3 Desember 2010 2 Korespondensi : Pipih Suptijah, Departemen Teknologi Hasil Perairan FPIK IPB (0251) 8622915 3 Program Studi Ilmu Kelautan FPIK Universitas Sam Ratulangi