B I O D I V E R S I T A S ISSN: 1412-033X
Volume 8, Nomor 3 Oktober 2007
Halaman: 320-325
♥ Alamat Korespondensi:
Jl. A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta 57102
Tel: +62 271- 717417 Fax: +62 271- 715 448.
Efektivitas Zat Antibakteri Biji Mimba (Azadirachta indica)
untuk Menghambat Pertumbuhan Salmonella thyposa dan
Staphylococcus aureus
The effectiveness of antibacteria substances from neem seeds (Azadirachta indica) to
impede the growth of Salmonella thyposa and Staphylococcus aureus
AMBARWATI
♥
Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta
Diterima: 04 Agustus 2007. Disetujui: 20 September 2007
ABSTRACT
Neem (Azadirachta indica) is a multifunction plant. Its leaves and seeds can be used as a traditional medicine. One of the benefits of
neem seeds is that they can serve as antibacteria. It happens because neem seeds contain certain substances which can impede the
growth of Salmonella thyposa and Staphylococcus aureus bacteria. The aims of this research were to find out the efectiveness of soaking
neem seed powder in hampering the growth of Salmonella thyposa and Staphylococcus aureus bacteria and to find out the active
chemistry compound in soaking neem seed powder based on the result of Tin Layer Cromatografi (TLC). It was an experimental research.
Paper disc method was used to find out the impeding ability of soaking neem seed powder toward both kinds of bacteria. The effective
concentration is shown by the existence of the biggest barrier area in that concentration. Based on the result of this research, it was known
that the barrier’s diameter (didn’t include the paper disc’s diameter ) at Salmonella thyposa is as follow : soaking neem seed powder with
0% concentration (control) = 0 mm, 10.5% = 2.33 mm, 11.5% = 3.0 mm, 12.5% = 18.67 mm, 13.5% = 5.33 mm, 14.5% = 5.0 mm, and
15.5% = 4.0 mm. While the barrier’s diameter at Staphylococcus aureus is as follow : soaking neem seed powder with 0% concentration
(control) = 0 mm, 10.5% = 2.0 mm, 11.5% = 2.83 mm, 12.5% = 19.67 mm, 13.5% = 4.0 mm, 14.5% = 3.0 mm, 15.5% = 5 mm. Based on
qualitative test result with TLC, it was found that the active chemistry compound in soaking neem seed powder are saponin and flavonoid.
Based on this result, it can be concluded that soaking neem seed powder can impede the growth of Salmonella thyposa and
Staphylococcus aureus.
© 2007 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta
Key words: Neem (Azadirachta indica), Barrier, Salmonella thyposa and Staphylococcus aureus, Paper disc, TLC
PENDAHULUAN
Mimba (Azadirachta indica) merupakan tanaman multi
fungsi, karenanya tanaman ini juga dikenal sebagai
Wonderful tree. Menurut Sukrasno dan Tim Lentera (2003),
daun dan biji mimba mempunyai banyak manfaat. Biji
mimba dapat dimanfaatkan untuk insektisida alami,
fungisida, antibakteri, spermisida, sabun minyak mimba dan
pelumas minyak mimba. Manfaat mimba sebagai
insektisida alami telah banyak dibuktikan dalam beberapa
penelitian, namun manfaat biji mimba sebagai antibakteri
belum banyak dikaji peneliti.
Menurut Sukrasno dan Tim Lentera (2003) biji mimba
mengandung minyak yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri Salmonella thyposa dan
Staphylococcus aureus. Salmonella thyposa merupakan
bakteri penyebab penyakit tipus, sedangkan
Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri
penyebab gastroenteritis (penyakit perut). Jika biji mimba
mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri ini maka
dapat diasumsikan bahwa biji mimba dapat dimanfaatkan
sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit
tipus dan penyakit perut (gastroenteritis).
Penyakit tipus merupakan salah satu penyakit yang
sering terjadi di masyarakat. Tipus atau demam tifoid
merupakan penyakit menular dan akut. Masa inkubasi tipus
pada umumnya 10-14 hari. Gejala dini mencakup demam,
perut kembung, sukar buang air besar, pusing, lesu, ruam,
tak bersemangat, tidak nafsu makan, mual dan muntah
(Pelczar and Chan, 1988). Penyakit ini biasanya parah, dan
bila pengobatan tidak segera diberikan penyakit ini akan
berlangsung selama beberapa minggu dan penderita dapat
meninggal. Gejala gasroenteritis yang disebabkan oleh
Staphylococcus aureus adalah tiba-tiba dan muntah hebat
sampai 24 jam (Budiyanto, 2004).
Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menguji
kandungan bahan aktif pada tanaman atau bahan alam
untuk menghambat pertumbuhan kedua bakteri tersebut,
diantaranya penelitian tentang penggunaan daun beluntas
untuk menghambat Salmonella typhi dan Staphylococcus
aureus oleh Ardiansyah (2005). Penelitian lain tentang
penghambatan terhadap Salmonella typhosa (Salmonella
typhi) dengan rimpang temu kunci (Lestari, 2005), patikan
kebo (Ambarwati, 2005), dan cacing tanah (Winarsih,
'2, ELRGLYG