20 JNTETI, Vol. 2, No. 4, Februari 2013 ISSN 2301 - 4156 Rancang Bangun Sistem… Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Menggunakan Metode AHP dan Promethee Julianto Lemantara 1 , Noor Akhmad Setiawan 2 , Marcus Nurtiantara Aji 3 AbstractStudent affair often has difficulty in determining students that are sent to event because many outstanding students at institution. So far, the sending of students is still intuitive and subjective. Therefore, this research aims to design and build a decision support system that can provide advice to determine the best student that will be sent to the event. In this research, the method of decision support system that is used is combination of AHP and Promethee. In implementation, AHP is executed to get criteria weight. After that, Promethee is executed to determine the order of candidates priority. The purpose of combination is to increase the quality of advice about the selection of students. The result of research shows that with decision support system that is built, student affair can choose the students that are sent to event more quickly, accurately, and objectively. IntisariBagian kemahasiswaan sering mengalami kesulitan dalam menentukan mahasiswa berprestasi yang akan dikirim ke event karena banyaknya mahasiswa berprestasi pada institusi. Karena tidak adanya sistem pendukung keputusan, pengiriman mahasiswa selama ini masih bersifat intuitif dan subjektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pendukung keputusan yang dapat memberikan saran untuk menentukan mahasiswa terbaik yang akan dikirim ke event. Dalam hal ini, metode sistem pendukung keputusan yang digunakan adalah kombinasi Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Promethee. Dalam penerapannya, AHP dijalankan dahulu untuk mendapatkan bobot kriteria. Setelah itu, Promethee dijalankan untuk menentukan urutan prioritas dari calon peserta event. Tujuan kombinasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas saran pemilihan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya sistem pendukung keputusan yang dibangun ini, bagian kemahasiswaan dapat memilih mahasiswa yang dikirim ke suatu event dengan lebih cepat, tepat, dan objektif. Kata KunciSistem Pendukung Keputusan, Pemilihan Mahasiswa, AHP, Promethee. I. PENDAHULUAN Kemahasiswaan merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di STIKOM Surabaya yang salah satu tugasnya adalah memilih dan mengirim mahasiswa berprestasi ke suatu event berdasarkan bakat dan minat mahasiswa. Bakat dan minat merupakan potensi yang ada pada setiap individu yang diciptakan oleh Tuhan. Bakat dan minat yang dikembangkan secara intensif akan menghasilkan sebuah prestasi yang nantinya dapat memberikan nilai tambah bagi softskill individu tersebut. National Association of Colleges and Employers (NACE) pada 2005 melaporkan bahwa pada umumnya para pengguna lulusan membutuhkan keahlian kerja berupa soft skill 82 persen dan hard skill 18 persen [1]. Dalam kaitannya dengan bakat dan minat mahasiswa, suatu instansi pendidikan tidak akan terlepas dari penyelenggaraan event, baik itu event dalam instansi sendiri maupun event dari luar instansi. Untuk keperluan event, khususnya penentuan mahasiswa yang akan dikirim merupakan pekerjaan yang menyulitkan bagian kemahasiswaan selama ini. Hal ini disebabkan karena dalam institusi itu memiliki banyak mahasiswa yang berprestasi di suatu bidang yang berkaitan dengan event tersebut. Proses pemilihan mahasiswa berprestasi yang akan dikirim ke suatu event akan membutuhkan waktu yang cukup lama apabila dilakukan melalui seleksi. Proses seleksi ini memang tidak sering dilakukan. Hanya event-event yang sangat besar dan khusus saja seperti mahasiswa berprestasi (mawapres) dari Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) baru dilakukan proses seleksi mahasiswa. Proses penilaian seleksi selama ini masih bersifat manual sehingga bagian kemahasiswaan harus menyediakan alokasi waktu yang cukup banyak, terutama untuk seleksi yang diikuti oleh banyak mahasiswa sebagai calon peserta. Untuk pemilihan mahasiswa berprestasi ini, bagian kemahasiswaan tidak boleh melakukannya dengan sembarangan karena hal itu akan menimbulkan ketidakadilan bagi mahasiswa yang lebih berprestasi di bidang tersebut. Selain itu, hal tersebut akan merugikan institusi sendiri karena pengiriman peserta yang kurang berpotensi akan mengurangi peluang untuk mencetak prestasi. Namun, realitanya penentuan mahasiswa berprestasi yang akan dikirim ke suatu event oleh bagian kemahasiswaan STIKOM Surabaya masih banyak yang bersifat intuitif dan subjektif sehingga kemungkinan terjadi kesalahan pengiriman peserta event cukup besar. Dalam kasus pemilihan mahasiswa berprestasi, solusi yang dapat ditawarkan adalah penggunaan Multi Criteria Decision Making (MCDM). MCDM merupakan teknik pengambilan keputusan dari beberapa alternatif yang ada berdasarkan kriteria-kriteria tertentu [4]. Beberapa contoh metode yang 1 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Jalan Grafika 2 Yogyakarta 55281 INDONESIA (e-mail: julianto@stikom.edu) 2, 3 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Jalan Grafika 2 Yogyakarta 55281 INDONESIA (e-mail: mna@mti.ugm.ac.id)