Prosiding Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis ke- 29 Universitas Warmadewa, Denpasar, 21 September 2013 144 RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN JAGUNG PULUT PADA APLIKASI BIOCHAR BAMBU VEGETATIVE GROWTH RESPONSE OF MAIZE IN BIOCHAR APPLICATION OF BAMBOO WASTE Yohanes Parlindungan Situmeang dan Ketut Agung Sudewa (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan vegetatif tanaman jagung pulut pada perlakuan biochar bambu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis biochar, terdiri atas 5 taraf, yaitu: tanpa biochar (B0), 10 ton/ha biochar (B1), 20 ton/ha biochar (B2), 30 ton/ha biochar (B3), dan 40 ton/ha biochar (B4). Masing-masing taraf dosis biochar diulang tiga kali sehingga didapatkan 15 pot percobaan. Berat kering oven total per tanaman tertinggi diperoleh pada dosis biochar 10 ton/ha seberat 87,80 g atau meningkat sebesar 26,02% bila dibandingkan dengan berat kering total per tanaman yang diperoleh pada perlakuan tanpa biochar seberat 69,67 g. Dari hasil analisis regresi didapatkan dosis biochar bambu optimum yaitu 12,91 ton/ha, dengan berat kering oven total per tanaman maksimum 80,01 g. Kata Kunci : Biochar bambu, jagung pulut ABSTRACT This study aims to determine the response of vegetative growth of waxy corn in bamboo biochar treatment. The design used in this study is a randomized block design (RBD) with treatment doses of biochar, consists of 5 levels, ie: without biochar (B0), 10 tons/ha of biochar (B1), 20 tons/ha of biochar (B2), 30 tons/ha of biochar (B3), and 40 tons/ha of biochar (B4). Each dose level of biochar was repeated three times to obtain 15 pot experiment. Total oven dry weight per plant was obtained at the highest dose of biochar 10 tons/ha weighing 87.80 g, an increase of 26.02% when compared to the total dry weight per plant was obtained on treatment without biochar weighing 69.67 g. From the results of the regression analysis found that the optimum dose of bamboo biochar 12.91 tons/ha, with a total oven dry weight per plant maximum of 80.01 g. Keyword: Biochar bamboo, waxy corn I. PENDAHULUAN Jagung pulut (Zea ceritina Kulesh) termasuk jenis jagung khusus yang makin populer dan banyak dibutuhkan konsumen dan industri. Jagung pulut (waxy corn) mempunyai citarasa yang enak, lebih gurih, lebih pulen dan lembut. Rasa gurih muncul karena kandungan amilopektin yang terkandung dalam jagung pulut sangat tinggi, mencapai 90%. Kreasi baru makanan olahan berbasis jagung pulut bermunculan termasuk beras jagung instan, bubur jagung instan dan lain-lain. Jagung pulut tingkat produktivitasnya masih rendah, antara 2,0-2,5 ton/ha (Balitsereal, 2011). Upaya untuk meningkatkan produktivitas jagung pulut, dapat dilakukan dengan perbaikan kesuburan tanah yaitu dengan pemberian biochar sebagai pembenah tanah pada media tumbuh tanaman. Biochar atau arang hayati merupakan materi padat yang terbentuk dari karbonisasi biomasa. Biochar dapat ditambahkan ke tanah untuk meningkatkan fungsi tanah dan mengurangi emisi dari biomasa yang secara alami terurai menjadi gas rumah kaca. Biochar berguna sebagai pembenah tanah yang penting untuk meningkatkan keamanan pangan dan keragaman tanaman di wilayah dengan tanah yang miskin hara, kekurangan bahan organik, dan kekurangan air dan ketersediaan pupuk kimia. Biochar juga meningkatkan kualitas dan kuantitas air dengan meningkatnya penyimpanan tanah bagi unsur hara dan agrokimia yang digunakan oleh tanaman (IBI, 2012). Selain itu penambahan biochar ke tanah meningkatkan ketersediaan kation utama dan fosfor, total N dan kapasitas tukar kation tanah yang pada akhirnya meningkatkan hasil karena dapat mengurangi risiko pencucian hara khususnya kalium dan N-NH4 (Bambang, 2012).