Ecogreen Vol. 2 No. 1 April 2016 Halaman 41 - 50 ISSN 2407 - 9049 PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SEBAGAI BAHAN OBAT OLEH MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN TAHURA NIPA-NIPA (STUDI KASUS KELURAHAN MANGGA DUA, KOTA KENDARI) Utilization of Non Timber Forest Products as Medicine by The Forest Community Around Tahura Nipa-Nipa Forest Niken Pujirahayu , La Ode Alimuddin, Harianti Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, Universitas Halu Oleo Email: rahayuken08@gmail.com ABSTRACT This study aimed to determine the types of Non Timber Forest Products which are used as medicinal plants by the forest community around Tahura Nipa-Nipa Forest. Research conducted around the Forest Estate Tahura Nipa-Nipa, Mangga Dua, District of Kendari, Southeast Sulawesi. This research was conducted in February to Mey 2015. Mixed method of qualitative and quantitative approach was applied, while several collecting technique data were used in this study, namely interview, observation, vegetation survey, and literature study and analyzed by qualitative descriptive. The results of the identification of medicinal plant species is known that there are 22 species of plants that serve as medicine by the community. Part of plants used to medicine are leaf, stem bark, fruit, seed, root, or whole of plants. How to processed medicinal plants used vary depending on the type of medicinal plants are crushed, bitten directly, squeezed, crushed, soaked and boiled singly or in mixtures that can treat certain diseases. Keywords : Tahura Nipa-Nipa, Medicinal Plants, Non-timber forests products. PENDAHULUAN Hutan menghasilkan produk kayu dan bukan kayu, hasil hutan bukan kayu adalah produk biologi asli yang diambil dari hutan, lahan perkayuan dan pohon-pohon yang berada di luar hutan (FAO, 2001). Salah satu hasil hutan bukan kayu adalah berbagai tumbuhan sebagai bahan obat. Pemanfaatan tumbuhan obat ini sering digunakan bagi masyarakat pedesaan yang bermukim di dalam kawasan hutan atau di sekitar kawasan hutan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita. Pemanfaatan tersebut dilakukan secara turun temurun karena mempercayai dan meyakini kebenaran manfaatnya. Cara pemanfaatan tumbuhan tersebut ditentukan oleh kebudayaan setempat sebagai pengetahuan yang diyakini serta menjadi sumber sistem nilai bagi kepercayaan mereka. Spesies tumbuhan obat yang berasal dari hutan Indonesia sampai tahun 2001 tidak kurang dari 2039 jenis yang telah terdata. Setiap tipe ekosistem hutan tropika di Indonesia merupakan pabrik keanekaragaman hayati tumbuhan obat, terbentuk secara evolusi dengan waktu yang sangat panjang, termasuk telah berinteraksi dengan sosio-budaya masyarakat lokalnya. Setiap individu dari populasi tumbuhan obat yang tumbuh secara alami di masing-masing tipe ekosistem hutan merupakan suatu unit terkecil dari pabrik alami yang melakukan proses metabolis sekunder yang menghasilkan beranekaragam bahan bioaktif yang khas, yang sebagian besar tidak mudah dan tidak murah untuk ditiru oleh manusia. Saat ini ekosistem hutan tropika alam yang masih tersisa terdapat dalam bentuk kawasan-kawasan hutan konservasi terutama di kawasan Taman Nasional, Taman Hutan Rakyat dan juga hutan lindung (Zuhud, 2008). Taman Hutan Raya Nipa-nipa merupakan salah satu kawasan hutan konservasi di Sulawesi Tenggara yang terletak di antara Kota Kendari dan Kabupaten Konawe. Tahura Nipa- Nipa memiliki berbagai macam keunikan, mulai dari jenis flora dan fauna, tanaman penghasil obat hingga keindahan alamnya. Luas wilayah Tahura Nipa-Nipa seluas ± 7. 877.5 ha terdiri dari 1333 ha blok perlindungan, 1572 ha blok koleksi hewan dan tumbuhan. 936 ha blok pemanfaatan dan 3985 ha blok lain (Biphut Sultra, 2009). Aneka jenis flora yang terdapat di dalam Tahura Nipa-Nipa, di antaranya tumbuhan bawah seperti aneka jenis herba, semak, perdu,