70 Pembuatan Modul Kontrol Kualitas Air Tambak Udang Sebagai Sarana Pembelajaran Perbaikan Teknik Budidaya Udang Katherin Katherin Katherin Katherin Indriawati Indriawati Indriawati Indriawati Jurusan Teknik Fisika FTI – ITS, katherin@ep.its.ac.id Abstrak Abstrak Abstrak Abstrak Kondisi lingkungan tambak terkait erat dengan kualitas air tambak yang tercermin dari beberapa parameter. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah merancang sebuah simulasi tentang sistem pengontrolan kualitas air tambak dalam sebuah modul kontrol. Dalam hal ini, hanya diambil empat sifat yang berpengaruh besar terhadap kualitas air tambak, yaitu: salinitas, kandungan oksigen (dissolved oxygen atau DO), temperatur, dan pH. Hasil simulasi model tambak pada komputer menunjukkan bahwa pengontrol berdasarkan logika fuzzy dapat mengendalikan temperatur air tambak di sekitar 28°C dalam waktu sekitar 34 jam. Sedangkan pengontrol berdasarkan metode on-off dapat mengendalikan salinitas air tambak di daerah 22 ppt – 28 ppt. Jika nilai salinitas dan temperatur dapat dikontrol, maka secara tidak langsung nilai DO juga terkontrol, namun tidak dengan pH. Modul kontrol yang diperoleh dari perangkat lunak ini dapat digunakan untuk memberikan pemahaman wawasan perbaikan teknik budidaya udang. Hasil simulasi model tambak pada miniplant menunjukkan bahwa pengendali on-off dengan menggunakan pompa sebagai aktuator terbukti dapat menjaga nilai salinitas pada daerah 10 – 35 ppt dalam waktu sekitar 1 menit. Sedangkan pengendali fuzzy dengan menggunakan kincir air sebagai aktuator terbukti dapat menjaga temperatur di sekitar 28 ° C. Akibat sulitnya aktuator, parameter pH dikendalikan secara manual sehingga membutuhkan monitoring pH yang handal. Modul kontrol yang diperoleh dari perangkat keras ini dapat digunakan untuk memberikan pemahaman teknis tentang perbaikan budidaya udang. Kata kunci: kualitas air tambak, fuzzy logic controller, on-off controller 1. 1. 1. 1. Pendahuluan Pendahuluan Pendahuluan Pendahuluan Udang merupakan salah satu primadona ekspor Indonesia yang perlu ditingkatkan baik deri segi kualitas dan kuantitasnya. Salah satu permasalahan utama tambak udang adalah kondisi lingkungan tambak yang harus sesuai dengan kebutuhan hidup udang. Kondisi lingkungan tambak terkait erat dengan kualitas air tambak yang tercermin dari beberapa parameter. Fowler dan kawan-kawan telah membuat sebuah sistem kontrol untuk sistem akuakultur intensif resirkulasi dengan menggunakan mikrokontroller (Fowler, dkk, 1994). Algoritma kontrol yang digunakan oleh Fowler dan kawan-kawan adalah dengan logika fuzzy karena dianggap lebih mudah bagi para petani untuk berkomunikasi dengan engineer dan ilmuwan komputer. Sedangkan PID dianggap mahal dan berdasarkan persamaan matematika yang rumit. Penelitian ini merekomendasikan untuk tidak memonitor secara langsung semua parameter kualitas air. Parameter yang ditinjau dalam hal ini adalah temperatur, DO, pH dan ketinggian air. Namun demikian, disamping temperatur, DO, dan pH, ada satu parameter kualitas air yang penting untuk dikontrol juga khususnya untuk plant tambak, yaitu salinitas (_,2000). Dirgantara pada proyek tugas akhirnya telah merancang suatu alat untuk mengendalikan keasaman (pH) dan kadar garam (salinitas) air tambak udang dengan menggunakan logika fuzzy (Dirgantara, 1997). Akan tetapi alat tersebut tidak