Flu Burung (Avian Influenza) / AI Penyakit ini adalah penyakit yang menyerang semua jenis unggas segala usia. Penyakit ini juga dapat menular kepada manusia. Resiko kemaan apabila terjangkit penyakit ini adalah 100%. Apabila dak segera ditangani, unggas yang terjangkit akan ma dalam jangka waktu 2-7 hari. Penyebab Flu burung atau Avian influenza (AI) adalah suatu penyakit menular disebabkan oleh virus H5N1. Penyakit ini dapat menyebabkan kemaan unggas secara mendadak dan menyebar dengan cepat . Penularan Media penyebaran dan penularan dapat melalui kotoran unggas, sarana transportasi ternak, peralatan kandang yang tercemar, pakan dan minum unggas yang tercemar, pekerja di peternakan, burung . Ciri ciri ayam terserang 1. Jengger dan pial membengkak dengan warna kebiruan. 2. Perdarahan merata pada kaki yang berupa bink-bink merah (ptekhi) atau ada disering disebut juga ”kaki kerokan”. 3. Adanya cairan pada mata dan hidung (gangguan pernapasan). 4. Keluar cairan eksudat jernih hingga kental dari rongga mulut. 5. Diare. 6. Haus berlebihan. 7. Kerabang telur lembek. 8. Tingkat kemaan sangat nggi mendeka 100% (kemaan dalam waktu 2 hari, maksimal 1 minggu). Pengobatan 1. Untuk mencegah penularan penyakit kepada manusia dan unggas lainnya, sebaiknya unggas yang ma karena terjangkit segera dimusnahkan dengan cara dibakar. 2. Untuk pengobatan, bisa menggunakan obat flu seper Tamiflu atau jenis lainnya. Penanggulangan 1. Untuk penanggulangannya, ada dua jenis obat yang bisa digunakan. Yang pertama adalah obat seper Amantadine dan Rimantadine yang bekerja menghambat aliran ion hidrogen dan mencegah virus berpindah ke sel lainnya. Namun, obat jenis ini dak diperjualbelikan secara bebas karena dapat memicu resistensi terhadap virus. 2. Jenis obat yang kedua adalah Zanamivir dan Oseltamivir, obat jenis ini mencegah replikasi virus sehingga jumlah virus dak bertambah banyak. Obat ini yang umum digunakan oleh peternak karena dak memicu resistensi. Pencegahan 1. Peningkatan biosekuri 2. Vaksinasi, 3. Depopulasi, 4. Pemusnahan terbatas atau selekf) di daerah tertular 5. Pengendalian lalulintas keluar masuk ungags 6. Surveillans dan penelusuran (tracking back) 7. Pengisian kandang kembali (restocking)