1 Pramita Windy Astuti 1) , Happy Indri Hapsari 2) , Alfyana Nadya Rachmawati 3) 1) Mahasiswa STIKes Kusuma Husada Surakarta 2) Dosen pengajar STIKes Kusuma Husada Surakarta 3) Dosen pengajar STIKes Kusuma Husada Surakarta : (SBS) adalah cedera otak pada bayi akibat diguncang terlalu keras dan merupakan bentuk kekerasanterhadap anak, sehingga peran orang tua dalam mengasuh bayi diperlukan pengetahuan, agar tercipta sikap positif dalam mengasuh bayi. Pendidikan kesehatan melalui media audiovisual lebih efektif, karena melibatkan semua alat indera pembelajaran, sehingga semakin banyak alat indera yang terlibat, semakin besar kemungkinan isi informasi dapat dimengerti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audiovisual tentang SBS terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu. Penelitian ini menggunakan metode . Sampel penelitian ini berjumlah 40 responden ibu yang mempunyai anak berumur kurang dari 1 tahun. Penelitian ini menggunakan uji dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan 0,00 pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Pendidikan kesehatan melalui media audiovisual dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang SBS karena menggunakan alat indera mata dan telinga yang menampilkan gerak, gambar dan suara sehingga informasi yang tersalur lebih banyak yaitu 75%387%. : pendidikan kesehatan, audiovisual, pengetahuan, sikap, :42 (200332014) PENDAHULUAN ! Sindrom Bayi Terguncang/SBS ( ) merupakan bentuk terhadap anak akibat mengguncang bayi terlalu keras dengan bahu, lengan, atau kaki. merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat dicegah (Carbaugh, 2004). (AAP) dan ! (CDC) (2010) melaporkan bahwa penganiayaan/ mengguncang bayi menyebabkan tingkat cedera tinggi dan 25 persen menyebabkan kematian pada bayi.