| INSANI, ISSN : 977-240-768-500-5 | Vol. 1 No. 1 Desember 2014 45 TEORI KODE-KODE BERBICARA Oleh Rukman Pala* Abstract This article substantive describes The Theory of Speaking Codes from Gerry Philipsen. Briefly, these include background birth of the theory; the substance of Speaking Code Theory; shape/appearance of ethnography; criticism of the theory; and conclusion. The discussion showed that one of the five core theory is related to the arguments stated in the form of propositions, that “where there is a cultural difference, there will be found different speaking code". From the meaning of ‘postulate referred to’ in relation to a number of example case about the working Theory of Speaking Codes in reality daily life before that, this indicates that for Indonesia this theory can actually be a confirmation and practical guidance for each individual of an Indonesian ethnic community nation in cross-cultural communication in order to make harmonization. Keywords: speech code, ethnography, culture Abstrak Artikel ini secara substantif memaparkan Teori Kode-Kode Bicara dari Gerry Philipsen. Secara ringkas hal ini meliputi latar belakang lahirnya teori, substansi Teori Kode Berbicara; bentuk/penampilan etnografi; kritik terhadap teori; dan kesimpulan. Hasil pembahasan memperlihatkan salah satu dari lima inti teori itu yaitu terkait dengan dalil yang dinyatakannya dalam bentuk proposisi, bahwa “di mana ada suatu perbedaan budaya, di sana akan ditemukan kode berbicara yang berbeda pula”. Memetik makna dalil dimaksud dalam kaitannya dengan sejumlah contoh kasus tentang bekerjanya Teori Kode-Kode Berbicara dalam realitas kehidupan sehari-hari sebelumnya, maka ini menandakan bahwa bagi bangsa Indonesia teori ini sebenarnya dapat menjadi penegas dan petunjuk praktis bagi setiap individu dari suatu komunitas etnis bangsa Indonesia dalam berkomunikasi lintas budaya agar terwujudnya harmonisasi. Kata-kata kunci: kode bicara, etnografi, budaya 1. Latar Belakang Ilmu komunikasi dikenal sebagai suatu ilmu yang interdisipliner. Dengan konsep dimaksud ilmu komunikasi bermakna bahwa ilmu tersebut sebagai ilmu yang dilintasi berbagai ilmu seperti antropologi, sosiologi, semiologi atau psikologi. Karena sifatnya yang demikian, makanya dalam teori-teori komunikasi jadi dikenal konsep paradigma teori. Ini untuk menunjukkan bahwa suatu teori komunikasi itu lahir dari paradigma tertentu, misalnya seperti paradigma sosiokultural. Salah satu teori komunikasi yang kontribusinya berasal antropologi yang nota bene tergabung dalam paradigma sosiokultural, yaitu teori kode-kode bicara dari Gerry Philipsen. Dalam kaitan setting komunikasi, maka secara ontologis teori ini termasuk terkait kajian fenomena komunikasi kelompok yang dikaitkan dengan budaya. Sementara secara epistemologis, teori ini diketahui lahir melalui penggunaan jasa Etnografi. Sebagai salah satu teori yang tergolong dalam paradigma sosiokultural, yakni teori yang cenderung kurang populer di kalangan akademisi komunikasi, karenanya membicarakannya dalam forum ilmiah seperti ini dianggap menjadi penting untuk dilakukan. Secara substantif, artikel ini sendiri akan memaparkan teori kode-kode bicara dari Gerry Philipsen tadi secara summary. Hal ini meliputi: 1. Latar belakang lahirnya teori; 2. Substansi Teori Kode Berbicara; 3. Bentuk/ penampilan etnografi; 4. Kritik terhadap teori; dan 5. Kesimpulan. Dengan paparan ini diharapkan dapat menjadi penambah wawasan khususnya bagi para pemula di lingkungan akademisi komunikasi yang notabene umumnya cenderung hanya mengenal teori-teori dalam pradigma cybernatika (Imran, 2914: 98). Sementara secara