ILMU KELAUTAN September 2015 Vol 20(3):143-152 ISSN 0853-7291
*) Corresponding author
© Ilmu Kelautan, UNDIP
ijms.undip.ac.id
DOI: 10.14710/ik.ijms.20.3.143-152
Diterima/Received: 03-04-2015
Disetujui/Accepted: 12-05-2015
Apa
The Efficacy of Bioaugmentation on Remediating Oil Contaminated
Sandy Beach Using Mesocosm Approach
Yeti Darmayati
1,4*
, Harpasis S. Sanusi
2
, Tri Prartono
2
, Dwi Andreas Santosa
3
dan Ruyitno Nuchsin
1
1
Research Center for Oceanography, Indonesian Institute of Sciences, Jakarta
Jln. Jend. Gatot Subroto 10, Jakarta 12710 Indonesia
2
Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University, Bogor, Indonesia
Jln. Agatis, Kampus IPB Dramaga Bogor 16680 Indonesia
3
Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University , Bogor, Indonesia
Jln. Agatis, Kampus IPB Dramaga Bogor 16680 Indonesia
4
School of Post Graduate Studies, Bogor Agricultural University, Bogor, Indonesia
Jln. Agatis, Kampus IPB Dramaga Bogor 16680 Indonesia
Email: yeti.darmayati@yahoo.com
Abstract
Bioremediation is basically consists of two approaches, biostimulation and bioaugmentation. The efficacy of
bioaugmentation for combating oil pollution in field application is still argued. The purpose of study was to
evaluate the efficacy of bioaugmentation and to compare the affectivity of single strain and consortium
application in remediating oil polluted sandy beach. Experimental study in a field has been conducted with two (2)
treatments and one (1) control in three different plots. The treatmens were introduction of a single strain
(Alcanivorax sp TE-9) and a consortium (Alcanivorax sp. TE-9, Pseudomonas balearica st 101 and RCO/B/08-
015) cultures into oil contaminated sediment. The experiment in mesocosm approach was taken place in Cilacap
coast. Arabian light crude oil was used in the concentration of 100.000 mg.kg
-1
sediment. Changes of oil
concentration, bacterial density and pore water quality have been monitored periodically for 3 months. The result
showed that oil degradation percentage and bacterial growth in both treatments were higher than in control. After
3 months, the percentage of oil degradation experiment in control, single strain and formulated consortium
treatments were observed at 60.4%, 74.5% and 73.5%. It proves that bioaugmentation tehnique can enhance
significantly oil biodegradation in sandy beach. The applications of bacteria in single or consortium culture give no
different impact on their affectivity for bioremediation in Cilacap sandy beach. By data extrapolation it can be
predicted that both of treatments able to reduce remediation time from 210 days into 135–137 days.
Bioaugmentation can be proposed as a good solution for finalizing oil removing in Cilacap sandy beach when oil
spilled occurred in this environment.
Keywords: Bioremediation, bioaugmentation, oil, sandy beach, Alcanivorax, mesocosm, Cilacap
Abstrak
Efikasi Tehnik Bioaugmentasi dalam Memulihkan Pantai Berpasir Tercemar Minyak
Menggunakan Pendekatan Mesokosm
Bioremediasi pada dasarnya terdiri dari dua pendekatan yaitu biostimulasi dan bioaugmentasi. Teknik
bioaugmentasi dalam menanggulangi pencemaran minyak di lapangan masih diperdebatkan efektivitasnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi tehnik bioaugmentasi serta membandingkan efektivitas
kultur tunggal dan konsorsium dalam memulihkan pantai berpasir tercemar minyak. Studi eksperimental di
lapangan telah dilakukan dengan menggunakan dua perlakuan dan satu kontrol di tiga plot berbeda,
Perlakuannya adalah penambahan bakteri kultur tunggal (Alcanivorax sp TE-9) dan bakteri konsorsium
(Alcanivorax sp. TE-9, Pseudomonas balearica st 101 dan RCO/B/08-015) ke dalam sedimen yang tercemar
minyak. Eksperimen dengan pendekatan mesokosm dilakukan di pantai Cilacap. Minyak mentah ringan Arabia
dengan konsentrasi 100.000 mg.kg
-1
sedimen digunakan sebagai bahan cemaran. Perubahan konsentrasi
minyak, kepadatan bakteri dan parameter lingkungan diamati secara periodik selama 3 bulan percobaan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa persentase degradasi minyak dan densitas bakteri di sedimen perlakuan lebih
tinggi daripada kontrolnya. Setelah 3 bulan eksperimen, persentase degradasi minyak pada kontrol, perlakuan
kultur tunggal dan konsorsium masing-masing teramati 60.4%, 74.5% and 73.5%. Hal ini membuktikan bahwa