1. CIRI-CIRI ANGIN TORNADO 2.1 Terdapat beberapa ciri angin tornado antaranya adalah ; Terjadi terutama di daerah yang kurang vegetasi dan penyebab panas di daratan. Sering terjadi pada peralihan musim kemarau ke musim hujan. Angina tornado terjadi pada siang hari tetapi berlaku juga pada waktu malam. Awan mengalami ketebalan hingga mencapai radius 9km yang berupa titik- titik air. Kejadian angina tornado terjadi hanya antara 3 hingga 10 minit dan diikuti angin kencang yang beransur lemah. Pusat angina tornado selalu terjadi dengan radius jangkauan 5 hingga 10km. 2.3 Terbentuknya Angin Tornado Penjelasan singkat tentang terbentuknya angin tornado, dapat dilihat dari penjelasan di bawah ini: 1. Bila udara dingin dan hangat bertemu, udara yang dingin akan bergerak ke bawah. Aliran udara naik yang hangat membawa wap air ke lapisan atmosfer di baha gian atas yang lebih dingin dan terbentuknya awan kumulus. 2. Awan cumulonimbus tumbuh menjadi semakin besar, dan aliran udara yang naik itu menjadi lebih kuat. Lebih banyak udara hangat yang tertarik dan mengubah awan kumulus menjadi awan cumulonimbus yang akan menimbulkan badai. Puncak raksasa yang menjulang ini mencapai lapisan stratosfer yang dingin sehingga udara yang naik tadi menjadi dingin. Pendinginan ini menciptakan aliran kuat udara turun yang membawa hujan atau menciptakan rentetan panjang hujan badai yang disebut jalur badai. 3. Angin silang kuat, yang disebut gunting, memotong awan cumulonimbus. Angin ini menyebabkan aliran naik yang hangat itu berbelok dan berspiral. Suatu putaran lambat terbentuk di dalam awan itu sehingga makin banyak udara hangat tersedut ke dalam badai yang sedang tumbuh. Aliran naik itu semakin kuat dan demikian juga aliran turunnya. Spiral itu menjadi semakin kencang dan berputar semakin cepat sehingga timbul aliran naik berbentuk pusaran yang dapat mencapai kecepatan diatas 100 kilometer per jam.