Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah (Journal of Waste Management Technology), ISSN 1410-9565 Volume 15 Nomor 2, Desember 2012 (Volume 15, Number 2,December, 2012) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (Radioactive Waste Technology Center) 65 STATUS KONSENTRASI 232 Th DAN 226 Ra DALAM SEDIMEN PESISIR PULAU BANGKA Wahyu Retno Prihatiningsih, Heny Suseno Pusat Teknologi Limbah Radioaktif – BATAN Email: ayu-iu@batan.go.id ABSTRAK STATUS KONSENTRASI 232 Th DAN 226 Ra DALAM SEDIMEN PESISIR PULAU BANGKA. Telah dilakukan analisis kandungan 226 Ra dan 232 Th di dalam sedimen wilayah pesisir Bangka Barat dan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dasar 226 Ra dan 232 Th yang dapat digunakan untuk meperkirakan dampak dari radionuklida tersebut terhadap kesehatan manusia. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sample di 62 lokasi pengamatan, preparasi sample dan analisis menggunakan gamma spectrometer beresolusi tinggi. Radioisotop 232 Th ditetapkan dari rerata konsentrasi 212 Pb (238,6 keV) dan 228 Ac (911,1 keV)[2]. Disisi lain 226 Ra ditetapkan dari rerata konsentrasi 214 Pb (351,9 keV) dan 214 Bi (609,3 dan 1764 keV). Hasil analisis menunjukkan Data dasar konsentrasi 226 Ra dan 232 Th dalam sedimen di Pesisir Pulau Bangka 18,69 – 627,17 Bq.Kg -1 dan 74,78 – 2333,50 Bq.Kg -1 . Kontribusi tailing hasil penambangan timah ikut berkontribusi pada konsentrasi 226 Ra dan 232 Th di wilayah pesisir Pulau Bangka. Terdapat korelasi sebesar 50% antara konsentrasi 226 Ra dan 232 Th. Kata kunci: Radionuklida alam, 226 Ra, 232 Th, sedimen, Bangka ABSTRACT CONCENTRATION STATUS OF 232 Th AND 226 Ra IN SEDIMENT COASTAL OF BANGKA ISLAND. Analysis of 226 Ra and 232 Th in the sediments of West and South Bangka has been done. Aimed of this study is to obtain baseline data of 226 Ra and 232 Th that can be used to estimate the impact of these radionuclides on human health. Stages of the research involves taking samples at 62 sampling sites, sample preparation and analysis using high-resolution gamma spectrometer. Radioisotope 232 Th was determined from the average concentrations of 212 Pb (238.6 keV) and 228 Ac (911.1 keV) [2]. On the other side 226 Ra concentration was determined from 214 Pb (351.9 keV) and 214 Bi (609.3 and 1764 keV). The analysis showed Baseline concentrations of 226 Ra and 232 Th in sediments in the Coastal Bangka Island is 18.69 to 627.17 Bq.Kg-1 and 74.78 to 2333.50 Bq.Kg-1. Contribution from mining tailings contribute to the concentration of 226 Ra and 232 Th in coastal of Bangka Island. There is a 50% correlation between the concentration of 226 Ra and 232 Th. Key word: natural radionuclides, 226 Ra, 232 Th, sediment, Bangka PENDAHULUAN Data dasar radionuklida alam di lingkungan pesisir Pulau Bangka masih sangat terbatas. Wilayah pesisir sangat dinamis dipengaruhi oleh kegiatan manusia di daratan diantaranya eksploitasi sumber daya alam seperti kegiatan penambangan menimbulkan dampak masuknya berbagai jenis material dan kontaminan termasuk radionuklida alam[1]. Terdapat 3 Jenis deret radionuklida alam masing-masing adalah deret uranium, deret actinium dan deret thorium[2]. Radionuklida alam banyak digunakan untuk mempelajari proses-proses di lingkungan pesisir antara lain: penentuan kecepatan sedimentasi, proses percampuran dan akumulasi sedimen[3]. Radionuklida dalam sedimen tidak berkontribribusi langsung pada paparan manusia, tetapi radionuklida tersebut dapat diakumulasi oleh berbagai biota laut yang banyak dikonsumsi oleh manusia[4]. Radionuklida alam dapat ditemukan di sedimen sungai sebagai hasil pencucian pupuk dan bahan industri serta sedimentasi partikulat yang berasal dari pembukaan lahan dan penambangan.