ISSN: 1410-2331 Supriyadi, Penjadwalan Produksi IKS-Filler 157 PENJADWALAN PRODUKSI IKS-FILLER PADA PROSES GROUND CALCIUM CARBONATE MENGGUNAKAN METODE MPS DI PERUSAHAAN KERTAS Supriyadi, Riskiyadi Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Serang Raya JL. KH. Amin Jasuta, Serang, 42115 supriyadimti@gmail.com, riskiyadia@gmail.com Abstrak -- Persaingan industri kertas semakin ketat dengan banyaknya industri atau perusahaan yang bergerak dalam industri yang sama dalam bersaing mendapatkan dan mempertahankan pelanggan. Permasalahan yang terjadi saat ini di CaCO3 Section pada Perusahaan Kertas adalah belum tersedianya jadwal induk produksi (Master Production Schedule = MPS) sebagai dasar penentuan proses produksi IKS-Filler yang menyebabkan kekurangan persediaan sehingga kualitas kertas cacat dan perusahaan menderita kerugian yang cukup besar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa peramalan yang sesuai untuk diterapkan, merencanakan produksi dengan biaya terendah, penjadwalan produksi sebagai dasar proses produksi dan menghitung persediaan pengaman. Metode yang digunakan adalah peramalan (moving average), perencanaan produksi (level production plan, chase plant, dan intermediate plan), penjadwalan produksi (MPS trial and error) dan menganalisis jumlah persediaan pengaman (safety stock) menggunakan distribusi normal. Dari hasil pengolahan data menyimpulkan bahwa peramalan yang sesuai adalah Moving Average (n = 3) dengan nilai MAD terkecil dan tracking signal yang tidak menyimpang. Biaya terendah perencanaan produksi menggunakan metode intermediate plan sebesar 56,5 USD. Jadwal Induk Produksi mempunyai persediaan akhir 191 Ton dan rata-rata produksi tiap minggu sebesar 1,852 Ton. Jumlah persediaan pengaman dengan tingkat layanan 95% sebesar 101,75 Ton. Kata kunci: Peramalan, Perencanaan Produksi, Penjadwalan, dan Persediaan Pengaman. Abstract -- Paper industry competition becomes more intense with many industries or companies engaged in the same industry in competing for and retaining customers. Problems that occur today in the Section CaCO3 at a paper company is the unavailability of the master production schedule (MPS = Master Production Schedule) as the basis for determining the production process IKS-Filler that supply shortages so that the paper quality defects and the company suffers significant losses. The purpose of this study was to analyze forecasting appropriate to apply, with the lowest cost of production planning, production scheduling as the basis for the production process and calculate safety stock. The method used is forecasting (moving average), production planning (level production plan, chase plant, and intermediate plan), production scheduling (MPS trial and error) and analyze the amount of safety stock (safety stock) using a normal distribution. From the data processing concludes that forecasting suite is Moving Average (n = 3) with the smallest MAD value and a tracking signal are not distorted. The lowest cost of production planning using the intermediate plan amounted to $ 56.5. Master Production Schedule Ton have a supply end 191 and an average production of 1,852 tons per week. Amount of safety stock with a service level of 95% of 101.75 tons. Keywords: Forecasting, Production Planning, Scheduling, and Supplies Safety. PENDAHULUAN Industri di Indonesia berkembang dengan pesat menimbulkan persaingan diantara industri manufaktur untuk mencapai keuntungan yang maksimal dan menggunakan sumber daya yang efektif. industri manufaktur dihadapkan pada berbagai masalah keterbatasan faktor-faktor produksi seperti material, kapasitas mesin, metode yang digunakan dalam proses produksi, modal, dan sumber daya manusia. Sehingga semua faktor produksi tersebut harus dikelola dengan manajemen yang baik. Faktor-faktor produksi dalam industri manufaktur perlu memperhitungkan kapasitas produksi yang paling optimal agar tidak kekurangan maupun kelebihan persediaan barang yang diproduksi. Metode penjadwalan produksi induk (MPS) merupakan dasar pertimbangan untuk memastikan jumlah produk dapat memenuhi permintaan pelanggan dan penjadwalan produksi induk (MPS) memiliki peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan (Jonsson and Ivert, 2015) (Gamsterer, 2015).