B I O D I V E R S I T A S ISSN: 1412-033X
Volume 6, Nomor 2 April 2005
Halaman: 90-94
♥ Alamat korespondensi:
Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta 57126
Tel. & Fax.: +62-271-663375
e-mail: unsjournals@yahoo.com
Tumbuhan Mangrove di Pesisir Jawa Tengah:
1. Keanekaragaman Jenis
Mangrove plants in coastal area of Central Java: 1. Species diversity
AHMAD DWI SETYAWAN
1,3,♥
, INDROWURYATNO
1,2
, WIRYANTO
1,3
, KUSUMO WINARNO
1,3
, ARI SUSILOWATI
1
1
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 57126
2
Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 57126
3
Program Studi Ilmu Lingkungan, Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 57126.
Diterima: 11 September 2004. Disetujui: 10 Nopember 2004.
ABSTRACT
The study was intended to observe the diversity and the distribution of mangrove plants species on southern and northern coast of Central
Java Province. This research was conducted in July till December 2003, at 20 sites. Laboratory assay was conducted in Laboratory of
Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, and Central Laboratory of Mathematics and Natural Sciences, Sebelas
Maret University (UNS) Surakarta. Plant specimens were collected by using survey method, than it was identified and preserved as
herbaria. The result indicated that there was 55 species (27 families) of mangrove plants in Central Java, composed by major (17), minor
(12), and association (26) plants, with habits i.e. trees (32), bushes (13), and herbs (10). The species of major mangrove plant with the
broadest range of site distribution were R. mucronata (16), followed by S. alba (15), N. fruticans (12), A. alba and A. marina (each was 11).
The species of minor mangrove plant with the broadest range of site distribution was A. aureum (11). The associative plant of mangrove
with the broadest range of site distribution was A. ilicifolius (16), D. trifoliata (15), C. gigantea (13), H. tiliaceus (11), T. catappa (11), and I.
pes-caprae (10). The other species were distributed in less than 10 sites. The location with the most varied species diversity was Wulan
(35), the next was Motean and Muara Dua (each was 29), Bogowonto (19), Pasar Banggi (18), Tritih (17), Sigrogol (15), Juwana and Ijo
(each was 14), Cakrayasan (12), Lasem and Serang (each was 11), Bulak, Telukawur, Cingcingguling and Bengawan (each was 9),
Pecangakan (8), Serang (6), and the last was Tayu (5).
© 2005 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta
Key words: mangrove plants, species diversity, Central Java Province.
PENDAHULUAN
Tumbuhan mangrove memiliki ciri-ciri (i) tumbuhan
berpembuluh (vaskuler), (ii) beradaptasi pada kondisi salin,
dengan mencegah masuknya sebagian besar garam dan
mengeluarkan atau menyimpan kelebihan garam, (iii)
beradaptasi secara reproduktif dengan menghasilkan biji
vivipar yang tumbuh dengan cepat dan dapat mengapung,
serta (iv) beradaptasi terhadap kondisi tanah anaerob dan
lembek dengan membentuk struktur pneumatofor (akar
napas) untuk menyokong dan mengait, serta menyerap
oksigen selama air surut (Nybakken, 1993; Whitten dkk.,
2000; Odum, 1971). Komunitas mangrove terdiri dari
tumbuhan, hewan, dan mikrobia, namun tanpa kehadiran
tumbuhan mangrove, kawasan tersebut tidak dapat disebut
ekosistem mangrove (Jayatissa et al., 2002). Ekosistem
mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas berbagai
tumbuhan, hewan, dan mikrobia yang berinteraksi dengan
lingkungan di habitat mangrove (SNM, 2003).
Tumbuhan mangrove di Indonesia terdiri dari 47 spesies
pohon, 5 spesies semak, 9 spesies herba dan rumput, 29
spesies epifit, 2 spesies parasit, serta beberapa spesies
algae dan bryophyta (MoE, 1997). Formasi hutan mangrove
terdiri dari empat genus utama, yaitu Avicennia, Sonneratia,
Rhizophora, dan Bruguiera (Nybakken, 1993; Chapman, 1992),
terdapat pula Aegiceras, Lumnitzera, Acanthus illicifolius,
Acrosticum aureum, dan Pluchea indica (Backer dan
Bakhuizen van den Brink, 1965). Pada perbatasan hutan
mangrove dengan rawa air tawar tumbuh Nypa fruticans
dan beberapa jenis Cyperaceae (Sukardjo, 1985; Odum,
1971). Hutan mangrove alami membentuk zonasi tertentu.
Bagian paling luar didominasi Avicennia, Sonneratia, dan
Rhizophora, bagian tengah didominasi Bruguiera gymnor-
rhiza, bagian ketiga didominasi Xylocarpus dan Heritieria,
bagian dalam didominasi Bruguiera cylindrica, Scyphiphora
hydrophyllacea, dan Lumnitzera, sedangkan bagian transisi
didominasi Cerbera manghas (de Haan dalam Steenis,
1958). Pada masa kini pola zonasi tersebut jarang
ditemukan karena tingginya laju perubahan habitat akibat
pembangunan tambak, penebangan hutan, sedimentasi/
reklamasi, dan pencemaran lingkungan (e.g. Walsh, 1974;
Lewis, 1990; Primavera, 1993; Nybakken, 1993), meskipun
masih dapat dirujuk pada pola zonasi tersebut (Sasaki dan
Sunarto, 1994).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaneka-
ragaman dan lokasi sebaran vegetasi mangrove di pantai
utara dan pantai selatan Jawa Tengah.
BAHAN DAN METODE
Waktu dan lokasi penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli s.d.
Desember 2003. Penelitian lapangan dilakukan pada 20
'2, ELRGLYG