Jurnal Matematika Vol. 6 No. 1, Juni 2016. ISSN: 1693-1394 23 Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Bangun Ruang Sisi Datar Berbasis PBL Niluh Sulistyani Prodi Pendidikan Matematika FKIP, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta e-mail: niluh_sulistyani@yahoo.com Abstract: Quality of learning mathematics is supported by the availability of qualified learning facilities for students, for example worksheet. This study aims to describe how to develop and produce student’s worksheet (LKS) of flat side space, based on Problem-Based Learning (PBL) which is valid and practical. This study is research and development which is held in SMP N 2 Pengasih, Yogyakarta using Thiagarajan development model. The result of study is obtained development process of LKS comprising defining phase, designing phase, developing phase that starts from expert validation, revision, readability test, product revision, field test, and ends with the disseminating phase. The result of expert validation shows that LKS is valid in very good category. LKS practically gets very good category from tehacher assessment. The result of students assessment shows that 43,75% students can use LKS in very good category and 56,25% students can use LKS in good category. Keywords: development, student’s worksheet (LKS), flat side space, Problem-Based Learning (PBL) 1. Pendahuluan Kualitas pendidikan di Indonesia perlu untuk ditingkatkan. Dari hasil berbagai kegiatan tingkat internasional, seperti PISA dan TIMSS mencerminkan bahwa kemampuan siswa terutama dalam matematika masih jauh dibandingkan dengan negara-negara lain. Dari hasil studi PISA yang dilakukan bagi siswa berusia 15 tahun pada dua tahun terakhir menunjukkan Indonesia berada di rangking 64 dari 65 negara peserta pada tahun 2012 dan pada tahun 2015 Indonesia berada di rangking 69 dari 75 negara peserta. Hasil evaluasi yang dilakukan TIMSS mengenai kemampuan matematika pada siswa tingkat 8 menunjukkan bahwa mathematics achievement Indonesia pada tahun 2007 menduduki peringkat 36 dari 49 negara peserta dan pada tahun 2011 menduduki peringkat 39 dari 43 negara peserta. Walaupun hasil ini bukan menjadi satu-satunya tolak ukur, namun dapat digunakan sebagai refleksi bahwa kualitas pendidikan matematika di Indonesia sangat perlu untuk ditingkatkan baik dari segi konten maupun domain kognitif. Dari segi konten matematika, geometri menjadi salah satu topik dalam TIMSS yang perlu ditingkatkan. Hasil penelitian pada siswa SMP di DIY diperoleh bahwa pada