17 Pembuatan Sistem Pelayanan Taksi dengan Menggunakan Android, Google Maps, dan Ruby on Rails Andi Wahju Rahardjo Emanuel, Anthony Salim Program Studi S1 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri no. 65, Bandung email: awreman@gmail.com, tenebralis90@yahoo.com Abstract With the increase of the number of population and economy especially in big cities, the need for any modes of public transportation is also increases. One of the mode of transportation with increasing demand by the medium-to-high income population is taxi. The fact that the current operation of taxies is still using conventional and inefficient ways of communication such as two-way radios, and phone calls, raises the possibility of using more efficient tools such as using Android devices, Google Map API, and Ruby of Rails framework as proposed in this paper. It can be shown that the application of these technologies can provide an integrated taxi service system which is more informative, effective and efficient. Keywords: Android, Google Maps, Ruby on Rails, GPS, taxi service 1. Pendahuluan Saat ini transportasi telah berkembang menjadi salah satu kebutuhan yang semakin berperanan penting di segala lapisan masyarakat, khususnya di kota – kota besar. Berbagai jenis moda transportasi telah tumbuh dan berkembang seiring dengan tingkat perkembangan ekonomi dan penduduk di suatu daerah. Salah satu bentuk moda transportasi yang berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan penduduk kalangan menengah dan kalangan atas adalah taksi. Meskipun taksi sebagai moda transportasi publik sudah berkembang dengan pesat, namun pada kenyataannya proses pengoperasiannya masih sangat konvensional dan minim sentuhan teknologi informasi. Proses pemesanan taksi dari calon konsumen masih mengandalkan panggilan telepon, dan juga proses distribusi pemesanan taksi dari pusat layanan ke masing – masing armada taksi juga masih menggunakan sarana komunikasi radio. Proses pelaporan dari armada taksi tentang proses pengantaran konsumen ke tujuan juga masih berupa komunikasi radio. Sistem pelayanan diatas tentu saja kurang efisien sehingga