Kisah Nabi Syits A.s - Awal mula Musik dan Zina Nabi Adam A.S memiliki seorang putra bernama Syits atau Seth, dan Syits adalah hadiah dan bahkan syits berarti hadiah, yang telah diberikan oleh Allah S.W.T kepada Nabi Adam A.S stelah kematian putranya Habil, Habil adalah seorang anak yang shaleh seorang hamba Allah yang Shaleh sehingga Adam sangat dekat dengan Habil, dan ketika dia kehilangan Habil beliau sangat sedih sehingga Allah S.W.T mengganti Habil dengan Syits. Tidak hanya seorang yang shaleh tetapi juga seorang Nabi dan utusan Allah, dan Nabi Adam menamakanya Syits yang berarti hadiah Allah S.W.T , anak Adam ini sangat dekat denganya dia mematuhi perintah-perintahnya, dia belajar dari ayahnya, dia biasa mengingatkan saudara-saudaranya, keponakan-keponakannya dan yang lainnya. Sewaktu Nabi Adam A.S hidup, dia terus mengingatkan orang-orang diawal zaman karena tidak ada lagi yang mengingatkan d saat itu selain untuk menyembah Allah saja dan bagaimana Syaitan dulu telah berjanji dan sebagainya. Dan Syits, Setelah kematian ayahnya yaitu Nabi Adam A.S dia memimpin anak-anak Nabi Adam dan dia memimpin dengan keadilan, dia memimpin dengan Hukum Allah , dan dia membawa persatuan diantara orang- orang yang bersamanya. Tetapi Syaitan tidak begitu saja menghentikan rencananya, di pihak lain Qabil dan keturunannya berkembang dan terus berkembang melebihi orang-orang yang bersama Syits. Satu dari mereka yaitu Qabil atau Kane, dia memiliki keagresifan dalam perilakunya dia serakah, dia sombong. dia memiliki karakter yang keras sehingga sulit untuk bergaul dengannya, Lalu apa yang dilakukannya ? Dia memutuskan utnuk pergi (meninggalkan) dan memutuskan pergi sendiri ke suatu tempat yang sangat jauh. Dan Nabi Adam A.S sebelum kematiannya dia tinggal bersama Syits A.S dan bersama semua keturunannya yang bersamanya di daerah pegunungan di suatu pegunungan dan anak muda ini, Qabil memutuskan untuk pergi ke lembah dan pergi ke dataran rendah di suatu tempat yang lebih jauh. Sementara Syits A.S telah menerima perintah dari Allah S.W.T di dalam syariatnya bahwa dilarang untuk bercampur (berbaur) bersama orang-orang yang telah pergi ke pihak lain tersebut (Golongan Qabil). Lalu ada sebuah tanda perbedaan, para pria dari pihak qabil memiliki wajah yang jelek sementara para wanitanya memiliki wajah yang cantik. Ketika datang ke tempat Syits A.S dan yang tersisa dari mereka, para Pria disana memiliki wajah yang tampan sementara para wanitanya jelek, Berdasarkan riwayat saya tentu tidak sedang mengarang-ngarang dikisahkan bahwa Iblis, dia merubah dirinya dalam bentuk seorang lelaki muda layaknya seorang pencari kerja dan dia pergi ke pandai besi yang biasa bekerja dengan logam dan dia bekerja untuk pandai besi tersebut, dan apa yang dilakukannya ? Iblis menciptakan sebuah seruling dan dengan seruling tersebut dia keluar dan dia memperkenalkan seruling itu ke semua orang. Perlaha dia membuat suara, suara yang orang-orang belum pernah dengar sebelumnya karena tidak ada suara yang orang-orang pernah dengar karena saat itu adalah permulaan Zaman kehidupan manusia dan kemudian dia menciptakan sebuah drum kecil dan menabuhnya dan semua orang menghampiri, suara apa itu?! dan mereka menghampirinya dan menyaksikan lalu dia meraih sebuah loga dan menabuhnya lalu terbentuklah sebuah suara dan mereka datang lalu dia membuat seruling dan meniupnya dan terbentuklah sebuah suara dan mereka datang, mereka tertarik.. "Wow orang-orang ini pintar merka jauh lebih maju dari kita !" dan mereka pun begitu asyik menikmatinya dan mereka perlahan mulai melupakan perintah-perintah Allah S.W.T. Di lain pihak, Syits A.S tetap Istiqomah dalam mengingatkan umatnya dan dia tetap memberitahukan umatnya mana yang benar dan mana yang salah dan lainnya. Dalam hal ini, kita temukan bahwa syaitan sedang mengajarkan mereka cara