1 Abstrak—Lapangan SAM merupakan lapangan geotermal dengan sistem hidrotermal yang juga tergolong sistem dominasi uap memiliki seismisitas yang cukup tinggi. Seismisitas yang merupakan akibat dari retakan-retakan batuan di sekitar reservoir ini memberikan data yang digunakan untuk mengetahui posisi sumber MEQ dengan menganalisis waktu tempuh gelombang P dan S pada masing- masing stasiun. Data MEQ ini bisa digunakan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan dengan melakukan inversi tomografi. Hasil inversi tomografi ini digunakan untuk mendapatkan persebaran Vp, Vs, dan Vp/Vs sebagai dasar analisis mengetahui kondisi bawah permukaan di lapangan SAM. Dalam penelitian ini menggunakan 235 event MEQ berada di kedalaman 0-2000 m. Lokasi ini didapat dari penentuan waktu tiba gelombang P (tp) dan gelombang S (ts) yang akurat dengan SeisPlus yang juga menggunakan metode SED. Hasil dari penelitian ini ditemukan 7 lapisan batuan sampai kedalaman 10 km di bawah permukaan lapangan SAM dengan nilai Vp dan Vs yang berbeda. Didapati juga posisi lapisan yang diidentifiasi sebagai batuan beku di kedalaman 5 km. Daerah prospek geotermal seperti di lapangan SAM berada di daerah dengan nilai Poisson’s ratio di bawah 0,25 yang juga memiliki Vp/Vs di bawah 1,72. Nilai ini berada di 790750–809695 m Easting 9200212– 9212497 m Northing kedalaman 500-2000 m. Nilai pada daerah ini diidentifikasi sebagai daerah dengan dominasi uap Kata Kunci— MEQ, tomografi,Vp,Vs, Poisson’s ratio. I. PENDAHULUAN apangan SAM mencakup suatu kumpulan kenampakan gejala panasbumi di permukaan, berupa lubang atau fumarol serta kubangan lumpur panas. Beberapa diantaranya adalah Danau Pangkalan, Kawah Manuk, Kawah Berecek dan Kawah Leutak. Interpretasi Landsat menunjukkan lapangan SAM berada dalam suatu depresi berdiameter + 5 km [1]. Gunung Guntur (2125 m) di sebelah barat SAM menunjukkan aktifitas terakhir tahun 1840. Aktivitas kegempaan merupakan salah satu fenomena yang terjadi pada area produksi geotermal. Gempa kecil atau micro earthquake terjadi dengan magnitudo kurang dari 3 Mw [2]. Injeksi fluida pada saat proses produksi akan menghasilkan tekanan yang melawan formasi batuan dan menciptakan hydraulyc fracture. Dari fracture yang terbentuk akan menyebabkan timbulnya micro erathquake yang melepaskan energi gelombang seismik [3]. Inversi tomografi dari kecepatan gelombang P (Vp) dan kecepatan gelombang S (Vs) pada beberapa lapangan telah dilakukan oleh para peneliti dengan tujuan untuk menampilkan karakteristik reservoir geotermal [4]. Dalam inversi tomografi ini digunakan dengan local tomography software (LOTOS) versi 12. Menurut Ivan Koulakov (2009) didapat beberapa keunggulan LOTOS-12 dibandingkan versi sebelumnya, yaitu selain inversi Vp dan Vs juga terdapat inversi Vp-Vp/Vs, hasil penampang horizontal dapat ditampilkan dalam format gambar PNG tanpa perangkat lunak lain, struktur data yang lebih sederhana, terdapat penjelasan yang detil dalam perangkat lunaknya itu sendiri, dapat memasukkan topografi, serta dapat menentukan sumber gempa di atas permukaan air laut. Oleh karena adanya aktivitas kegempaan ini, untuk melakukan monitoring pada zona reservoir geotermal SAM dapat digunakan metode inversi tomografi pada data rekaman micro earthquake (MEQ) dengan LOTOS-12 untuk melihat distribusi gelombang mikro yang terjadi pada zona reservoir dan menampilkan kondisi bawah permukaannya. II. METODE 2.1 Tahap Pengolahan Data MEQ Pada tahap ini, dilakukan persiapan awal pengolahan data yang diambil dari berbagai stasiun perekam MEQ. Perekaman event MEQ secara real time dengan memasang geophone pada beberapa titik yang dinilai representatif terhadap network lapangan geotermal SAM data rekaman geophone yang berekstensi CD11 dikonversi ke .SUDS menggunakan perangkat lunak SMART Offline. Agar lebih mudah diolah, data MEQ diatur agar berformat satu paket kejadian dengan menggunakan SMART Associate. Data kemudian diseleksi menggunakan prinsip three cycle event recorded menggunakan SMART Quake. Data yang telah lolos seleksi oleh SMART Quake selanjutnya di picking dengan prinsip gelombang P dan S dengan SeisPlus. 2.2 Tahap Inversi Tomografi Pada tahap ini data MEQ diolah untuk ditampilkan menjadi sebuah penampang bawah permukaan lapangan geotermal SAM. data yang di dapat dari pengolahan awal data MEQ disiapkan dalam beberapa bagian set data. Data yang disusun berdasarkan rekaman MEQ adalah identitas stasiun, identitas gelombang body. Selanjutnya, ditentukan parameter yang digunakan oleh perangkat lunak LOTOS 12 untuk pengolah data lanjutan. Parameter ini antara lain adalah major_param.dat, ref_start.dat, batas peta dalam coastal_line.BLN dan Analisis Peta Distribusi V p ,V s , Dan Vp/Vs Dari Inversi Tomografi Dengan Data Microearthquake (MEQ) Pada Lapangan Geotermal SAM Mashuri 1 , Tommy Hendriansyah 3 ,Bagus Jaya Santosa 1 , Dwa Desa Warnana 2 Jurusan Fisika, Fakultas MIPA 1 , Jurusan Teknik Geofisika Fakultas TSP 2 , Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Pertamina Geotermal Energi Area Kamojang 3 Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: mashuri09@mhs.physics.its.ac.id L