97 Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016 “Peran Penelitian Ilmu Dasar dalam Menunjang Pembangunan Berkelanjutan” Jatinangor, 27-28 Oktober 2016 ISBN 978-602-72216-1-1 Penjadwalan Preventive Maintenance Multi-Subsistem Mesin Cyril Bath menggunakan Mixed Integer Non Linear Programming (Studi Kasus di PT.Dirgantara Indonesia) Fida Faishal*, Budhi Handoko, Yeny Krista Franty Departemen Statistika, FMIPA Universitas Padjdjaran *E-mail: fidafaishal03@gmail.com Abstrak PT. Dirgantara Indonesia adalah industri pesawat terbang satu-satunya di Indonesia dan di Asia Tenggara yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Dalam kegiatan produksinya, PT. Dirgantara Indonesia menerima pesanan pembuatan komponen pesawat dari customer. Kualitas produk dan ketepatan waktu menjadi prioritas utama customer yang menjadi tuntutan setiap industri. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kualitas produk dan kelancaran kegiatan produksi adalah mesin. Setiap mesin perlu dirawat secara terjadwal, sehingga berada dalam keadaan yang optimum saat digunakan. Jadwal preventive maintenance yang optimum dapat mengurangi biaya perawatan dan mengurangi peluang kegagalan. Salah satu mesin yang digunakan dalam proses produksi yaitu mesin Cyril Bath. Mesin ini memiliki beberapa subsistem. Hydraulic Unit dan Electric Panel and Control adalah subsistem dengan frekuensi kerusakan terbanyak. Oleh karena itu, peneliti akan menentukan jadwal optimum preventive maintenance multi-subsistem yang difokuskan pada subsistem Hydraulic Unit dan Electric Panel and Control. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mixed Integer Non Linear Programming dari Kamran. Model optimasi Kamran ini dapat meminimumkan total biaya perawatan atau memaksimumkan reliabilitas. Kata Kunci: Preventive Maintenance, Mixed Integer Non Linear Programming 1. Pendahuluan Mesin merupakan salah satu jenis alat yang digunakan oleh industri manufaktur. Mesin yang digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan kerusakan atau turunnya performa dari mesin tersebut. Kerusakan sebuah mesin akan berakibat pada keterlambatan waktu jadinya suatu produk. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan perawatan atau perbaikan pada mesin untuk menghindari keterlambatan jadinya suatu produk. Perbaikan yang hanya dilakukan pada saat mesin rusak disebut dengan corrective maintenance, sedangkan perbaikan yang dilakukan secara terjadwal dengan tujuan untuk mencegah kerusakan pada mesin disebut dengan preventive maintenance.Preventive maintenance sering diimplementasikan untuk mengurangi tingkat kerusakan pada mesin (Savsar, 2013).Selain dapat mengurangi tingkat kerusakan mesin, jadwal preventive maintenance yang optimum juga dapat meminimumkan biaya perawatan atau memaksimumkan eliabilitas dari mesin tersebut. Beberapa penelitian pada bidang optimasi penjadwalan telah dilakukan. Savsar (2013) melakukan analisis dan penjadwalan preventivemaintenance pada 41 stasiun pengisian bahan bakar menggunakan model linear programming sehingga dapat meminimumkan biaya total maintenance. Moghaddam (2010) menggunakan model nonlinear mixed-integer programming untuk menjadwalkan preventive maintenance dan replacement pada sistem yang multi-komponen yang dapat meminimumkan biaya total pemeliharaan atau memaksimumkan reliabilitas mesin. Fithri (2010) melakukan optimasi preventive maintenance dan penjadwalan penggantian komponen mesin kompresor menggunakan mixed integer non linear programming dari Kamran yang dapat meminimumkan biaya total atau memaksimumkan reliabilitas mesin tersebut. Penelitian ini akan melakukan optimasi jadwal preventive maintenance dan replacement multi- subsistem menggunakan model mixed integer non linear programming atau yang lebih lanjut disebut dengan model Kamran untuk multi-subsistem dengan fungsi tujuan meminimumkan biaya total pemeliharaan atau memaksimumkan reliabilitas mesin. 2. Metode Metode yang digunakan untuk menentukan jadwal optimum preventive maintenance multi- subsistem adalah Mixed Integer Non Linear Programming atau yang dikenal dengan model Kamran, karena model Kamran dapat meminimumkan biaya total pemeliharaan atau dapat memaksimumkan reliabilitas mesin.