Etikonomi Volume 16 (2), Oktober 2017 P-ISSN: 1412-8969; E-ISSN: 2461-0771 Page 231 - 248 http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/etikonomi DOI: 10.15408/etk.v16i2.5546 231 Starbucks’s Fair Trade in The Edge of Globalization Saomi Rizqiyanto Universitas Muhammadiyah Jakarta saumiere@gmail.com Abstract Starbucks as a global company that reflect American values plays an important role in the trade of coffee industry. In February 2000, Starbucks partially adopted the Fair Trade and in early 2001 Starbucks fully adopt Fair Trade. This research seeks to examine the relationship between Starbucks as a symbol of globalization with Starbucks as a global corporation who adopt Fair Trade. This study also seeks to explain how any practical Starbucks Fair Trade as a whole and uncover the reasons behind Starbucks adopt Fair Trade. The research uses a case study method and using a primary and secondary reference sources in the form of books and journals. As a results, this study indicate that Starbucks has strong reasons that ultimately makes the company adopted the Fair Trade. The adoption of Fair Trade also known as CAFE Practices is apparently not spared from criticism of the observer of Fair Trade. Keywords: starbucks, globalization, fair trade, CAFÉ’s Practices. Abstrak Starbucks sebagai korporasi global yang mencerminkan nilai-nilai Amerika berperan penting dalam perdagangan industri kopi. Mulai Februari 2000 Starbucks secara resmi mengadopsi Fair Trade dan pada awal 2001 secara sepenuhnya Starbucks mengadopsi Fair Trade. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji kembali hubungan antara Starbucks sebagai lambang globalisasi dengan Starbucks sebagai korporasi global yang mengadopsi Fair Trade. Penulisan ini juga berupaya menjelaskan bagaimana praktik Fair Trade Starbuck secara keseluruhan dan mengungkap alasan-alasan dibalik Starbucks mengadopsi Fair Trade. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan sumber sumber referensi primer dan sekunder baik berupa buku maupun jurnal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Starbucks memiliki alasan-alasan kuat yang pada akhirnya membuat perusahaan ini mengadopsi Fair Trade. Proses adopsi Fair Trade yang dikenal dengan istilah CAFE Practices ini ternyata tidak luput dari kritik para pemerhati Fair Trade. Kata Kunci : starbucks; globalisasi, perdagangan adil, praktik CAFE Received: April 5, 2017; Revised: June 16, 2017; Approved: July 7, 2017