INTRATEKSTUALITAS ZAGHLUL AL-NAGGAR ( SEBUAH PENDEKATAN OBYEKTIF TERHADAP AYAT-AYAT SAINS) Umaiyatus Syarifah 1 Abstraksi Menafsirkan ayat-ayat kauniyah adalah pekerjaan yang tidak mudah, selain harus memiliki kriteria sebagai seorang mufasir, juga harus mumpuni di bidang ilmu pengetahuan (sains modern). Seorang geolog Mesir, Zaghlul al-Naggar, melalui karya tafsirnya yang berjudul Mukhtarat min Tafsir al-ayat al-Kauniyah fi al- Quran al-Karim mencoba menafsirkan ayat-ayat al-Quran yang berkenaan dengan sains modern yang meliputi makrokosmos maupun mikrokosmos. Sebagai seorang ilmuwan muslim, Zaghlul mencoba mengungkap kemukjizatan al-Quran melalui sisi isyarat-isyarat ilmiah yang terdapat dalam ayat. Menurut Zaghlul, ada sekitar seribu ayat dan sejumlah hadis Nabi yang menyinggung fenomena dan hukum alam, meskipun semua itu tidak dimaksudkan untuk menjelaskan secara langsung. Ada beberapa langkah yang dirumuskan Zaghlul dalam menafsirkan ayat-ayat al-Quran dan sunnah: pertama, aspek kebahasaan, yang meliputi makna konotatif dan gaya bahasa. Kedua, aspek konteks dan asbab al-nuzul serta asbab al-wurud. Ketiga, keterkaitan nash dengan ayat atau hadis lain. Dan keempat, aspek prinsip dan tujuan umum Islam. Keynote: Zaghlul, isyarat ilmiah, tematik, obyektif. 1 Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tulisan ini diterbitkan di jurnal Hemeneutik STAIN Kudus November 2011