KERETA API MENGURAI KEBUNTUAN TRANSPORTASI DI PULAU JAWA 1 Iwan Hermawan Balai Arkeologi Bandung e-mail: iwan1772@yahoo.com Abstrak Transportasi merupakan kebutuhan mendasar umat manusia dalam menjalani kehidupan di muka bumi sebagai mahluk sosial, sehingga perkembangannya akan dipengaruhi oleh perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Waktu dan jarak tempuh, serta daya angkut merupakan permasalahan yang selalu menjadi perhatian manusia dalam pengembangan teknologi angkutan, termasuk teknologi angkutan darat. Keberhasilan politik tanam paksa di satu sisi mampu meningkatkan pendapatan pemerintah kolonial Belanda. Keterbatasan sarana angkutan barang menjadikan banyak hasil perkebunan menumpuk di gudang perkebunan akibat tidak terangkut ke pelabuhan. Makalah ini menguraikan bagaimana transportasi kereta api mampu memecah kebuntuan angkutan massal di pulau Jawa. Pembangunan Perkeretaapian di Pulau Jawa baru dimulai pertengahan abad ke-19. Keberadaannya langsung menjadi primadona angkutan darat karena daya angkut besar serta waktu tempuh yang cepat bila dibanding dengan moda angkutan darat lainnya. Sebagai salah satu moda angkutan massal, keberadaan kereta api dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Kondisi ini menjadikan kereta api dianggap mampu menjawab permasalahan angkutan barang dan manusia di pulau Jawa. Kata Kunci: angkutan darat, kereta api, ekonomi, militer PENDAHULUAN Transportasi atau pengangkutan sudah dilakukan umat manusia sejak dahulu, karena transportasi merupakan penting dalam memperlancar jalinan komunikasi antar manusia. Teknologi transportasi dari waktu ke waktu terus berkembang seiring dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pada awalnya hubungan antar wilayah di suatu pulau atau daratan dilakukan manusia dengan berjalan kaki atau menunggang hewan (Kuda, Gajah) atau menaiki kendaraan (gerobak) yang dihela oleh binatang. Kuda, Sapi, dan Kerbau 1 Prosiding Seminar Nasional Arkeologi 2014: Kesatuan dalam Keberagaman, Balai Arkeologi Bandung. Bandung, 7 9 Juni 2014