MORFOLOGI POLA BENTUK KAWALI DALAM MENGIDENTIFIKASI SENJATA KHAS SUKU BUGIS BERDASARKAN IDENTITAS WILAYAH DAN KETERKAITANNYA Dian Cahyadi 1 Dosen Desain Komunikasi Visual FSD UNM 1 dian.cahyadi@unm.ac.id 1 Abstrak Sebagai sebuah rumpun etnis besar di Indonesia, suku Bugis-Makassar memiliki kebudayaan warisan leluhur mereka. Kawali atau Badik merupakan senjata khas yang merupakan hasil pewarisan budaya sebagai suku yang banyak membentuk entitas peradaban di seluruh nusantara. Kawali merupakan salah satu senjata khas dan merupakan benda yang sangat disakralkan baik pada sebuah komunitas maupun bagi setiap individu. Penelitian ini menggali kesejarahaan artefak yang menitik beratkan pada morfologi bentuk Kawali yang unik dan sangat identik dengan suku Bugis-Makassar sehingga dapat diperoleh pola dalam mengidentifikasi wilayah-wilayah dalam lingkup etnis Bugis-Makassar berdasarkan Kawali atau Badik yang digunakan terkait tata ungkah simbolik. Menggunakan metode kajian morfologi bentuk diharapkan penelitian ini dapat mengidentifikasi senjata khas identikal suku Bugis-Makassar Kata kunci: Kawali/Badik, senjata khas, Bugis-Makassar. PENDAHULUAN Suku Bugis-Makassar termasuk dalam rumpun deutro-melayu. Bugis merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan. Penciri utama kelompok etnik ini adalah bahasa dan adat- istiadat, sehingga pendatang- pendatang Melayu dan Minangkabau yang pergi merantau ke Sulawesi sejak abad ke-15 sebagai tenaga administrasi dan pedagang di Kerajaan Gowa dan telah terakulturasi, juga dikategorikan sebagai orang Bugis. (PaEni 2008) Berdasarkan sensus penduduk Indonesia tahun 2000, populasi orang Bugis sebanyak sekitar enam juta jiwa. Kini orang-orang Bugis menyebar pula di berbagai provinsi Indonesia, seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau. Disamping itu orang-orang Bugis juga banyak ditemukan di Malaysia dan Singapura yang telah beranak pinak dan keturunannya telah menjadi bagian dari negara tersebut. Karena jiwa perantau dari masyarakat Bugis, maka orang-orang Bugis sangat banyak yang pergi merantau ke mancanegara. (Pusat 2011) Kedudukan Kawali atau lebih dikenal secara umum dengan sebutan ‘Badik’ bagi masyarakat Bugis memiliki kedudukan khusus, baik dalam kedudukan sebgai benda ritual bagi komunitas adat, maupun sebagai benda simbolik bagi tiap individunya. Kawali atau Badik merupakan sebuah benda artefak kesejarahaan bagi suku Bugis sangat terkenal di se-antero nusantara dan