MENGKAJI PEREMPUAN BURUH HARIAN LEPAS DI PERSEMAIAN PERMANEN DRAMAGA, BOGOR. Desmiwati E-mail: desmiwati.wong@gmail.com Abstrak Penelitian ini membahas tentang kinerja perempuan Buruh Harian Lepas (BHL) di salah satu Persemaian Permanen (PP) BPDAS Citarum-Ciliwung, tepatnya di Persemaian Permanen Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perempuan BHL dan menemukan latar belakang pemilihan tindakan perempuan untuk bekerja di persemaian permanen. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informannya adalah seluruh perempuan BHL persemaian permanen Dramaga. Hasil penelitian ini selain menggambarkan profil perempuan yang bekerja sebagai BHL di PP Dramaga juga menemukan bahwa kinerja perempuan BHL di PP Dramaga dipengaruhi oleh dua faktor yakni internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari motivasi dan tingkat efisiensi buruh perempuan dalam bekerja di persemaian permanen sedangkan faktor eksternal terdiri dari dua komponen yakni dukungan keluarga (suami) dan dukungan dari BPDAS Citarum-Ciliwung. Kata kunci: Perempuan Buruh Harian Lepas, kinerja, persemaian permanen I. PENDAHULUAN Persemaian permanen adalah persemaian yang dibuat menetap pada suatu lokasi dengan organisasi yang mapan dengan personil pelaksana yang tetap dan terpilih, memiliki kelengkapan sarana dan prasarana dengan menggunakan teknologi modern dalam produksi bibit yang memungkinkan pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien(Firmansyah & Alfarisi, 2016). Tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang mendukung dalam keberhasilan suatu produksi, dalam hal ini di persemaian permanen juga mempekerjakan tenaga kerja perempuan. Pekerja atau buruh di persemaian permanen dapat diklasifikasikan menjadi: Pertama, buruh yang berstatus pegawai kontrak atau buruh tetap yang memiliki upah dibayar setiap bulannya dan mendapatkan fasilitas antara lain gaji bulanan, dan fasilitas lainnya, salah satunya kendaraan bermotor; Kedua, Buruh Harian Lepas (BHL) yakni buruh yang berstatus sebagai buruh harian atau borongan. Mengangkat soal kehidupan perempuan BHL menjadi hal yang penting dan menarik karena memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan kondisi BHL laki-laki, terutama terkait dengan peran domestik dan tingkat kinerjanya. Perbedaan terkait peran domestik tersebut salah satunya terjadi akibat konstruksi gender di masyarakat, secara umum konstruksi peran gender perempuan adalah mengurus dan mengelola rumah tangga, maka banyak kemudian perempuan yang menanggung beban kerja domestik lebih banyak dan lebih lama (overburden), bahkan terjadi beban ganda (double burden). Terutama untuk perempuan BHL, beban kerja ini menjadi ganda/dua kali lipat karena selain harus bertanggung jawab 1