FISIOLOGI OTOT RANGKA Irfan Idris Pendahuluan Dalam tubuh manusia terdapat 3 jenis otot yaitu 1) otot rangka 2) otot jantung dan 3) otot polos. Terdapat beberapa perbedaan antara ketiga jenis otot ini antara lain : Otot rangka (skeletal muscles) Otot Jantung Otot polos (smooth muscles) - Inti banyak - Kontraksi di bawah kesadaran (saraf somatik) - Retikulum sarkoplasma berkembang dengan baik sehingga menyimpan ion Kalsium yang banyak Tidak tergantung pada ion Kalsium ekstrasel - Protein kontraktilnya antara lain : aktin, miosin, troponin dan tropomiosin - Mekanisme kontraksi- relaksasi utamanya berbasis aktifitas saraf (excitation-contraction coupling) - Batas antara sel-sel otot berupa tight junction sehingga kontraksi tidak dapat menyebar ke otot lainnya - Inti banyak - Kontraksi di luar kesadaran (saraf otonom) - Retikulum sarkoplasma tidak berkembang baik, sehingga ion Kalsium sedikit tergantung pada ion Kalsium ekstrasel - Protein kontraktilnya antara lain : aktin, miosin, troponin dan tropomiosin - Mekanisme kontraksi- relaksasi utamanya berbasis aktifitas saraf (excitation-contraction coupling) - Batas antara sel-sel otot berupa gap junction sehingga kontraksi dapat memyebar ke otot lainnya (sesama atrium atau sesama ventrikel) - Inti hanya satu - Kontraksi di luar kesadaran (saraf otonom) - Retikulum sarkoplasma tidak berkembang baik, sehingga ion Kalsium sedikit tergantung pada ion Kalsium ekstrasel - Protein kontraktilnya antara lain : aktin, miosin, calmodulin dan tropomiosin - Mekanisme kontraksi- relaksasi terutama berbasis aktifitas enzim (miosin kinase dan miosin fosfatase) - Batas antara sel-sel otot berupa gap junction sehingga kontraksi dapat menyebar ke otot lainnya (khususnya pada otot polos saluran cerna, saluran ekskretoris-single unit smooth muscles) Otot rangka biasa digolongkan sebagai alat gerak aktif sementara tulang tempat otot melekat disebut alat gerak pasif. Beberapa otot bekerja secara sinergistik untuk menghasilkan aktifitas yg sama sementara yg lain bekerja antagonistik. Beberapa otot yang bekerja bersama disebut otot sinergis sementara beberapa yg bekerja saling berlawanan disebut otot antagonis. Sistim saraf mengatur aktifitas otot ini dengan sangat cermat sehingga gerakan menjadi normal dan tidak terpatah-patah. Suatu gerakan sesungguhnya merupakan rangsangan bersama baik pada otot sinergis dan otot antagonis akan tetapi sistim saraf akan mengatur otot yang mana yang dieksitasi dan otot mana yang diinhibisi.