9|Page SISTEM PENGETAHUAN NELAYAN TERHADAP KESEHATAN IBU DAN ANAK DI NAGARI PASAR LAMA MUARA AIR HAJI, KECAMATAN LINGGO SARI BAGANTI, KABUPATEN PESISIR SELATAN Yunarti 1 , Hendrawati 2 , Sri Meiyenti 3 Abstract A high level of knowledge in society will increase the level of participation, especially the participation of health. This impact on cultural behavior of public health, especially maternal and child health issues have started well. Most of the mothers in the Pasar Lama Muara Air Haji village already have a system of knowledge that is high enough on the problem of health care of pregnant women and their children. This is also supported by the role of midwives and health volunteers help disseminate health through education programs and integrated health services Keywords: Knowledge, Pregnant Mother, Child Care, Village I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah emakin disadari bahwa budaya tidak bisa diabaikan dalam mempengaruhi status kesehatan masyarakat nelayan. Karena itu riset tentang budaya kesehatan masyarakat nelayan dalam upaya peningkatan status kesehatan sangatlah penting untuk dilakukan. Konsekuensi logis harus disadari bahwa beranekaragamnya budaya yang ada di wilayah Indonesia terutama di daerah pesisir pantai memerlukan pemahaman yang cermat untuk setiap daerah dengan etnis yang ada di wilayah tersebut. Pemahaman budaya secara spesifik, dengan menggali kearifan lokal akan dapat digunakan sebagai strategi upaya kesehatan dengan tepat secara lokal spesifik. Secara obyektif setiap kelompok masyarakat tertentu terutama pada masyarakat nelayan mempunyai persepsi kesehatan (konsep sehat sakit) yang berbeda. Hal ini sangat ditentukan oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Setiap orang yang terganggu kesehatannya akan mencari jalan untuk menyembuhkan diri dari gangguan kesehatan atau penyakit yang dideritanya. Pencarian pengobatan dengan self treatment maupun upaya mencari tenaga kesehatan merupakan upaya manusia mengatasi permasalahannya. Budaya masyarakat nelayan yang menjadi ciri khas pola kehidupan, dan yang telah menjadi tradisi turun temurun, memiliki potensi yang besar untuk mempengaruhi kesehatan baik dari sisi negatif maupun positif. Memahami status kesehatan masyarakat berdasarkan budaya merupakan upaya salah satu upaya meningkatkan status kesehatan itu sendiri, terutama status kesehatan ibu dan anak. Masalah kesehatan ibu dan anak tidak terlepas dari faktor-faktor sosial budaya dan lingkungan di dalam masyarakat nelayan dimana mereka berada. Faktor-faktor kepercayaan dan pengetahuan budaya seperti konsepsi-konsepsi mengenai berbagai pantangan, hubungan sebab- akibat antara makanan dan kondisi sehat- sakit, kebiasaan, dan pengetahuan tentang kesehatan, dapat membawa dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan. Hal tersebut merupakan potensi dan kendala yang perlu digali. Namun demikian, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) S 1 Penulis adalah Dosen tetap Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas 2 Penulis adalah Dosen tetap Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas 3 Penulis adalah Dosen tetap Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas