Maserasi adalah salah satu jenis metoda ekstraksi dengan sistem tanpa pemanasan atau dikenal dengan islah ekstraksi dingin, jadi pada metoda ini pelarut dan sampel dak mengalami pemanasan sama sekali. Sehingga maserasi merupakan teknik ekstraksi yang dapat digunakan untuk senyawa yang dak tahan panas ataupun tahan panas.Namun biasanya maserasi digunakan untuk mengekstrak senyawa yang dak tahan panas (termolabil) atau senyawa yang belum diketahui sifatnya. Karena metoda ini membutuhkan pelarut yang banyak dan waktu yang lama. Secara sederhana, maserasi dapat kita sebut metoda “perendaman” karena memang proses ekstraksi dilakukan dengan hanya merendam sample tanpa mengalami proses lain kecuali pengocokan (bila diperlukan). Prinsip penarikan (ekstraksi) senyawa dari sample adalah dengan adanya gerak kinek dari pelarut, dimana pelarut akan selalu bergerak pada suhu kamar walaupun tanpa pengocokan. Namun untuk mempercepat proses biasanya dilakukan pengocokan secara berkala. B. Kelebihan Maserasi Seper dijelaskan diatas maserasi dapat digunakan untuk jenis senyawa tahan panas ataupun dak tahan panas. Selain itu dak diperlukan alat yang spesifik, dapat digunakan apa saja untuk proses perendaman. C. Kekurangan Maserasi Maserasi membutuhkan waktu yang lama, biasanya paling cepat 3x24jam, disamping itu membutuhkan pelarut dalam jumlah yang banyak. Untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan mari kita bahas secara prosedur. Gambar disamping menunjukkan proses maserasi, dimana sample dimasukkan ke dalam bejana (maserator) kemudian direndam dengan pelarut sampai terendam sempurna dan tambahkan sekitar 1-2cm pelarut di atas permukaan sample, kemudian tutup bagian atas untuk mencegah masuknya pengotor dan penguapan pelarut, namun berikan sedikit lobang untuk mencegah terjadinya letupan akibat penguapan pelarut. Perendaman dilakukan selama kurun waktu tertentu, misalnya dilakukan selama 24 jam dengan diberikan pengadukan seap 1-2 jam (kalau malem biarkan saja dak perlu di aduk), proses pengadukan bukan keharusan. Setelah 24 jam gan pelarut dengan pelarut baru dan selanjutnya perlakukan sama dengan yang pertama. Pengganan pelarut dilakukan untuk mempercepat proses ekstraksi, karena pelarut pertama kemungkinan sudah jenuh oleh senyawa sehingga dak dapat melarutkan kembali senyawa yang diharapkan, dan waktu perganan tergantung kebutuhan dak harus 24 jam. Maserasi dapat dilakukan modifikasi misalnya: 1. Diges Adalah cara maserasi dengan menggunakan pemanasan lemah, yaitu pada suhu 40˚ C - 50˚ C. Cara maserasi ini hanya dapat dilakukan untuk simplisia yang zat akfnya tahan terhadap pemanasan. Dengan pemanasan akan diperoleh keuntungan antara lain : a. Kekentalan pelarut berkurang, yang dapat mengakibatkan berkurangnya lapisan-lapisan batas. b. Daya melarutkan cairan penyari akn meningkat, sehingga pemanasan tersebut mempunyai pengaruh yang sama dengan pengadukan. c. Koefisien difusi berbanding lurus dengan suhu absolut dan berbanding terbalik dengan kekentalan, hingga kenaikan suhu akan berpengaruh pada kecepatan difusi. Umumnya kelarutan zat akf akan meningkat apabila suhu dinaikkan.